Walikota Cilegon Edi Ariadi didampingi unsur forkopinda Kota Cilegon dan Kepala BPBD Kota Cilegon melakukan infeksi mendadak (sidak) prokes di Transmart Cilegon,” Rabu (23/12/2020) sore tadi. Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Edi Ariadi secara resmi menutup lantai 3-4 Transmart. Keputusan penutupan  ini, lantaran kondisi di kedua lantai mal ini menimbulkan kerumunan masa yang luar biasa.

Hal ini terungkap dalam inpeksi mendadak (sidak) yang oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Budi Iryanto dan Kepala BPBD Kota Cilegon Erwin Harahap,” Rabu (23/12) sore tadi.

“Jadi kesimpulan mulai hari ini, kami (Gugus Tugas Satgas Covid-19) Kota Cilegon menutup lantai 3-4 di Transmart Cilegon. Sudah saya tandatangani keputusan dua lantai tersebut. Untuk lantai 3 merupakan area permainan sedangkan di lantai 4 area bioskop. Kenapa kita tutup? Karena kedua lantai ini cukup krodit menimbulkan banyak kerumunan,” kata Edi Ariadi kepada awak media usai ditemui di ruang kerjanya,” Rabu (23/12/2020).

Disinggung mengenai batas penutupan area lantai 3-4 di Transmart, Edi tidak bisa memutuskan batas akhir penutupan  tersebut,

“Iyah tadijuga mereka (managemen Transmart) bertanya sampai kapan penututupanya. Tapi saya jawab, sampai kita selesai melakukan evaluasi di dua lantai. Kalau di lantai 1 dan lantai 2 bagus, kita uji coba lagi. Tapi kalau masih jelek juga terpaksa semua lantai di Transmart Cilegon kita tutup,” tegas Edi.

Selain itu, Edi pun meminta kepada Transmart untuk menyerahkan laporan situasi di lantai 1 dan 2 ke Gugus Tugas Satgas Covid-19 Kota Cilegn.

“Nanti kita minta laporan ke mereka. Dalam hal ini, saya pun meminta kepada masyarakat selalu menerapkan 4M (mencuci tangan, menjaga jarak, menjahui kerumunan dan memakai masker) sehingga penyebaran virus corona bisa ditekan di Kota Cilegon,” ujarnya.

Senada dengan walikota, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon menjelaskan, selama ini pihaknya sudah menjalankan tahapan-tahapan pencegahan di Transmart Cilegon untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19.

“Kadang-kadang penjual dan pembeli pun tidakn saling menggigatkan masalah prokes covid-10. Mentang-mentang banyak pembeli yang dari penjualnya enggak mau negur. Oleh karena itu, kami meminta semua bisa saling menggigatkan pentinnya menerapkan 4M,” pungkasnya. (Ully/red)