Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengaku turut prihatin atas kejadian warga Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak yang tersambar petir saat tengah merayakan HUT Ke-75 RI.

Iti mengatakan, dia selaku kepala daerah Kabupaten Lebak sebenarnya telah memberikan imbauan ke masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengundang keramaian. Namun karena Lebak berzona hijau, antusias masyarakat dalam melaksanakan suatu kegiatan masih tinggi.

Menurutnya, kejadian warga tersambar petir karena peristiwa alam dan itu terjadi diluar
yang diharapkan pemerintah.

“Sebetulnya kita sudah imbau ke masyarakat untuk tidak membuat keramaian-keramaian. Termasuk ke kecamatan dan ke desa-desa. Tetapi tetap saja masyarakat karena merasa daerahnya zona hijau, jadi melaksanakan kegiatan. Tapi itu diluar kondisi kita,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Banten Tahun 2020 di KP3 Banten, Selasa (18/8/2020).

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

Seiring imbauan tersebut, kata Iti, pihaknya juga telah melakukan uji coba tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Lebak Nomor 28 Tahun 2020. Salah satunya menekankan kepada warga menghindari kerumunan massa.

“Kita sebetulnya sudah melakukan uji coba pergub 28 tahun 2020. Hal itu harusnya sudah dalam uji coba di kerumunan-kerumunan massa. Seperti tidak menggunakan masker dan lain sebagainya. Tapi itu diluar kuasa Allah,” paparnya.

Sejauh ini mengenai korban, kata dia, ada 5 orang warga yang kritis. Korban yang kritis telah ditangani Rumah Sakit di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Sementara belasan warga lainnya ditangani medis di puskesmas terdekat.

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

“Ada 5 orang lainnya yang kritis di bawa ke Pelabuhan Ratu. Yang lainnya luka ringan dan luk berat perawatan di rumah sakit, yang luka ringan di PKM-PKM kita. Kurang lebih ada 23 orang, 5 kritis yang kritis,” pungkasnya. (Ronald/Red)