Suasana di Kantor Desa Kadu Beureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Sabtu (17/10/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Masyarakat di Desa Kadu Beureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang mengaku belum mendapat penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 dari Kantor Desa selama dua bulan. Beredar kabar di masyarakat, dana bantuan untuk warga terdampak Covid-19 dan Dana Desa lainnya ini diduga diselewengkan oleh oknum salah satu aparat Desa Kadu Beureum.

Ketua RT 01 RW 01, Kampung Kedawung, Juweni mengatakan, belum disalurkannya dana Covid-19 mencuat di masyarakat saat aparat desa inisial NH yang menjabat sebagai bendahara desa dilaporkan ke polisi.

Pasca kejadian tersebut, kata dia, seluruh ketua RT di Kampung Kedawung dikumpulkan oleh Pejabat Sementara Kades Kadubeureum, Buhari.

“Ada setengah bulan lalu lah (oknum diamankan). Jadi saat dia dibawa ke Polres, kita dikumpulin Pjs Buhari dirumah salah satu staf desa. Semua ketua RT dikumpulkan. dikumpul kalau anggaran (Dana Desa) tidak ada, bantuan untuk Covid juga tidak ada. Dibilang nggak ada itu Rp 570 juta,” ungkapnya, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga  Ditanya Rekom KASN Soal Sekda, Walikota Serang Malah Curhat Sering Ditelepon Orang

Ia menerangkan, isu tentang dugaan dana Covid-19 diselewengkan oleh NH jauh sebelum diamankan sudah beredar di masyarakat. Bahkan dana honor yang biasa dibayarkan kepada ketua RT dan RW setiap bulannya diduga juga diselewengkan karena belum dibayarkan.

“Bilangnya Pjs yang tidak ada itu, dana covid-19, dana staf desa, intensif ketua RT, disitu semua. Termasuk honor kita Rp 200 ribu, kita ngga terima,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Kadubeureum, Ahyar Fajarudin tidak menampik Bendahara NH dilaporkan ke polisi. Ia menyatakan, NH dilaporkan terkait dugaan penyelewengan dana desa mencapai sekitar Rp 570 juta. Diantaranya dari BLT Dana Desa (DD), anggaran operasional pemerintah desa, hingga honor Ketua RT dan RW.

“Kalau dana covid yang dianggarkan di APBDes, kalau Kemensos kan itu tidak ada hubungannya dengan desa. Kalau nominal sih dua kali (pembagian) lagi, itu Rp 42 juta. Total dana yag diselewengkan kurang lebih Rp 570 juta,” ujarnya dikonfirmasi lewat telepon.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

Ia menyatakan, muncul kecurigaan dana tersebut diduga diselewengkan saat aparat desa belum menerima gajinya di bulan September 2020. Pejabat Sementara (PJs) Kepala Desa (Kades) bersama Sekdes kemudian menelusurinya. Setelah ditelusuri, dana tersebut diketahui di pindah dari buku rekening desa dan rekening yang bersangkutan.

“Kalau buat kronologisnya sih berasal dari kecurigaan kami, untuk alokasi bulan Agustus yang dibayarkan September ini belum terbayarkan. Ditanya, tanya, dikonfirmasi,” terangnya.

Mendapatkan bukti dan informasi itu, ia dan Pjs Kades melaporkan NH ke pihak kepolisian. Informasinya, terduga telah diamankan Polres Serang Kota pada 04 Oktober 2020 lalu.

“Dibawa ke kantor polisinya sekitar dua minggu lalu, tanggal 4 Oktober kalau tidak salah. Setahu saya dipindah bukukan dari rekening kas desa ke rekening pribadinya,” jelasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Indra Feradinata saat dihubungi belum dapat dikonfirmasi. Pesan pendek whatsapp juga belum direspon. (Ronald/Red)