Puluhan pelajar yang diduga hendak ikut demo diamankan aparat Polda Banten, Kamis (8/10/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan memberi sanksi kepada pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Saksi diberikan untuk mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus pada ajakan demo terlebih pada tindakan anarkisme.

“Pelajar tidak harus ikut demonstrasi, jadi mereka dilarang ikut demonstrasi,” ungkap Walikota Serang, Syafrudin kepada Selatsunda.com di salah satu Pondok Pesantren di Walantaka, Sabtu (17/10/2020).

Diketahui dari pemberitaan sebelumnya, Polda Banten menjaring sekitar 70 pelajar baik tingkatan SMP atau SMK/SMA yang hendak mengikuti aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di gedung DPR RI, Jakarta.

Untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terjadi kembali, Syafrudin meminta, kepada kepala sekolah agar dapat memantau peserta didiknya. Bagi sekolah yang mendapati peserta didiknya ikut menjadi massa aksi, ia akan menegur langsung kepala sekolah yang bersangkutan.

Baca juga  Edi Ariadi Minta NasDem Cilegon All Out Menangkan Ati-Sokhidin

“Umpamanya di temukan ada pelajar yang ikut demonstrasi, akan kami tegur kepala sekolahnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syafrudin mengatakan, sanksi tegas baru akan dibahasnya jika memang benar ada pelajar di Kota Serang yang menjadi massa aksi.

“Iya, ditegur dulu,” tandasnya. (SSC-03/Red)