CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi nampaknya cukup kesal dengan kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon. Bagaimana tidak, hingga hari keempat sejak Sabtu (3/8/2019) lalu, api di TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon belum kunjung padam. Orang nomor satu di Cilegon ini meminta agar pemadaman tidak dilakukan secara asal-asalan namun dapat lebih tersistematis.
“Polanya penanganannya harus disisir dari bawah ke atas. Jangan disemprot yang enggak karuan. Titik apinya langsung ditembak jangan ditembak enggak karuan begitu. Kalau udah padam, jangan didiemin aja terus disemprot,” kata Edi usai meninjau lokasi, Selasa (6/8/2019).
Ia mengakui, ada beberapa sebab mendasar mengapa api sulit dipadaman. Titik-titik api banyak ditemukan dibawah tumpukan sampah sehingga cukup menyulitkan pihaknya memadamkan api.
“Itu kan plastik segala macem, (sampah) organik anorganik disatukan, terus kan tebel banget tuh. Jadi seperti api dalam sekam,” jelasnya
Sejauh ini, kata dia, upaya pemadaman api sudah dilalukan dengan berbagai cara. Termasuk mengerahkan 9 unit (mobil) pemadam kebakaran milik pemkot, 7 unit truk pensuplay (air) tangki dari bantuan Pemkab Serang dan bantuan dari industri di Cilegon.
“Sebanyak 9 (mobil) pemadam kebakaran dan 7 truck pensuplay (air) tangki, kita dapat bantuan dari industri, Pemkab Serang,” tambah Edi.
Mengenai kompensasi untuk warga sekitar yang terdampak kejadian tersebut, Pemkot Cilegon telah menyiapkan logistik jika nanti ada yang dievakuasi.
“Kompensasinya kepada masyarakat kita siapkan kebutuhan kalau masyarakat mengungsi,” pungkas Edi. (Ully/Red)

