Kodim 0623 Kota Cilegon menggelar doa bersama dengan para ulama dan umaroh serta Forkopimda pasca gempa, Selasa (6/8/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kodim 0623 Kota Cilegon menggelar doa bersama dengan para ulama dan umaroh pasca kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Provinsi Banten, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang digelar di halaman Markas Kodim Cilegon, Selasa (6/8/2019) ini dihadiri sebanyak 98 ulama yang ada di Kota Cilegon.

Turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni Walikota Cilegon, Edi Ariadi, Kepala Kejaksaan Negeri(Kejari) Kota Cilegon, Andi Mirnawati, dan perwakilan Polres Cilegon.

Dandim Cilegon, Letkol Armed Rico Ricardo Sirait mengatakan, doa bersama yang dilakukan bertujuan untuk mendoakan agar Kota Cilegon dalam keadaan aman serta terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diiginkan.

“Dengan doa dan silaturahmi ini, Kota Cilegon dapag lebih aman serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Tak hanya itu, saya juga mengajak kepada masyatakat Cilegon tetap menjaga keamanan dan persatuan di kota Baja,” kata Rico kepada awak wartawan usai kegiatan.

Menurut Rico, keberadaan para ulama mempunyai peran penting di tengah masyarakat. Ulama menjadi tokoh agama yang selalu memberi arahan dan bimbingan kepada masyarakat. Salah satunya memberikan motivasi saat maupun usai bencana melanda.

“Permasalahan yang dihadapi di masyarakat bisa di atasi dengan baik. Masyarakat bisa diberikan motivasi dari para ulama. Dan permasalahan yang dihadapi di masyarakat bisa di atasi dengan baik. Masyarakat bisa diberikan motivasi oleh ulama,” ujar Rico.

Dipaparkannya, saat kejadian gempa bumi, di wilayah hukum Kodim Cilegon terdapat dua rumah dan satu masjid rusak di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Seran. Gempa juga mengakibatkan kerusakan rumah salah seorang anita jompo di Kecamatan Mancak.

“Salah satunya masjid Ponpes Nurul Fikri. Kemudian dua rumah di Cinangka kita bantu semen dan bahan material. Di Mancak, ada satu itu yang rumahnya tidak layak dan (saat) gempa roboh. Kita sudah bantu untuk tembok yang roboh agar dibangun ulang,” akunya.

Sementara, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengapresiasi kegaiatan silaturahmi dan doa bersama yang diselenggarakan oleh Kodim dengan pada ulama di Cilegon. Ia berharap, para ulama dapat senantiasa hadir membantu pemerintah dalam kondisi apapun.

“Luar biasa acaranya. Yang biasanya diselenggarakan di Pemkot Cilegon, tapi sekarang Kodim Cilegon bisa menggelar acara ini. Keberadaan ulama sangat penting di tengah- tengah masyarakat. Dan peranan para ulama tentu sangat dibutuhkan dalam hal ini. Saya berpesan agar para ulama di Cilegon dapat mendukung pemerintah Cilegon dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi ini,” pungkas Edi seraya meninggalkan wartawan. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?