Dump truk menabrak mobil PJR Serang saat di Tol Tangerang Merak, Kota Serang, Minggu (1/11/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Tabrakan beruntun melibatkan empat kendaraan di Tol Tangerang-Merak Kilometer 66 Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kora Serang, Minggu (1/11/2020). Kecelakaan ini satu diantaranya melibaykan mobil PJR Korlantas Polri.

Berdasarkan infromasi yang berhasil dihimpun Selatsunda.com, kejadian kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Empat kendaran yang mengalami kecelakaan yakni mobil milik PJR Korlantas Polri, Suzuki Ertiga B 1979 WZB, kendaraan derek tol milik PT. Astra Toll serta Hino dump truk B 9507 PYW.

Pada saat kejadian, kendaraan dumptruk meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Tangerang ke arah Merak pada jalur cepat. Diduga sopir mengantuk, di lokasi kejadian kendaraan berat ini menabrak kendaraan patroli PJR 9329 yang ada di luar jalur.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Karena benturan cukup keras, kendaraan PJR terdorong ke depan menabrak Suzuki Ertiga. Mobil Ertiga yang dikemudikan Raji Lutfi juga terpental menghantam truk derek serta mengenai salah seorang warga yang tengah berada di lokasi.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan di jalan tol menuju Merak tersebut. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten mencatat, 2 orang mengalami luka berat, sedangkan 4 lainnya luka ringan dan seluruh korban telah dilarikan ke RS Sari Asih, Kota Serang.

Korban luka berat diketahui sebagai penumpang M Nasan (56), warga Tangerang, serta pejalan kaki Subhan (51), warga Kampung Dukuh, Desa Lebakwangi, Walantaka, Serang. Sedangkan korban luka ringan, Bripda Indra Bayu Aji, 21, Aiptu Sapta Digdaya, 51, keduanya personel PJR serta Dedi Endang Utami, 43, sopir truk derek.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Direktur Lalu Lintas Polda Banten, Kombes Rudi Purnomo mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan. Diduga kuat karena sopir dump truk mengantuk. Sedangkan sopir dump truk saat kejadian langsung melarikan diri.

“Untuk penyebabnya diduga sopir dump truk diduga ngantuk tetapi akan kita selidiki karena saat ini sopir melarikan diri. Tidak ada korban jiwa, dan kami minta sopir dump truk segera menyerahkan diri,” ucap Dirlantas. (Ully/Red)