Wakapolres Cilegon, Kompol Mirodin melakukan pemeriksaan senjata api milik personiel di Polres Cilegon, Selasa (2/3/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sebanyak 5 pucuk senjata api (senpi) milik anggota Polres Cilegon ditarik. Penarikan senjata api ini, karena surat izin senjata api sudah mati atau kadarluarsa.

Kasi Propam Polres Cilegon Iptu M Jumat mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan pada Senin (1/3/2021) ditemukan surat izin dari 5 pucuk senjata api personel telah mati. Kelimanya terdiri dari 2 buah senpi milik Satreskrim, 2 buah milik Satnarkoba dan 1 unit senpi milik Polsek.

“Pengecekan yang kita lakukan ini untuk memastikan senpi yang digunakan oleh petugas siap dipakai,” kata M Jumat kepada awak media ditemui di Polres Cilegon, Selasa (2/3/2021).

Ia menambahkan, total senjata api yang ada digunakan personel sebanyak 184 pucuk senpi sedangkan yang berada di gudang sebanyak 271 senpi. Ia kembali menegaskan, senpi yang surat izinnya mati akan ditarik. Begitu juga senpi yang kebersihannya tidak diperhatikan anggota akan ditarik.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

“Anggota yang memegang senpi juga harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi, kemudian juga lulus uji praktik menembak,” imbuhnya.

Ia juga meminta agar seluruh personel di Polres Cilegon yang membawa senjata tidak diperkenankan untuk membawa senjata api di rumah. Hal itu untuk menghindari penyalahgunaan senjata tanpa peruntukannya.

“Harus dibawa dan tidak boleh ditinggal di rumah. Kami juga berpesan, penggunaan senpi jangan disalahgunakan seperti kejadian di wilayah Cingkareng, Jakarta, pintanya.

Senada dengan Kasi Propam Polres Cilegon, Wakapolres Cilegon, Kompol Mirodin menjelaskan, pemeriksaan senpi dilakukan setiap hari di lingkup Polres Cilegon. Pemeriksaan senpi ini sebagai bentuk antisipasi pihak Polres Cilegon dalam mengantisipasi penyalahgunaan senpi.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

“Kami berpesan agar penggunaan senpi jangan sembarangan. Senpi yang sudah kah kadarluarsa akan kami simpan di gudang,” pungkasnya. (Ully/Red)