20.1 C
New York
Minggu, Mei 31, 2026
BerandaPeristiwaDuh, Ditengah Industri, Ratusan KK di Kepuh Cilegon Masih BAB Sembarangan

Duh, Ditengah Industri, Ratusan KK di Kepuh Cilegon Masih BAB Sembarangan

-

CILEGON, SSC – Sungguh miris, Kota Cilegon yang disebut kota dollar tak nampak seperti yang disebutkan. Di kota yang berjejer banyak industri ini masih ditemukan ratusan warga di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan yang hidup tidak layak dengan buang air besar (BAB) sembarangan atau belum memiliki jamban. Di wilayah ini masih ditemukan warga BAB di area terbuka di sekitar kebun atau sering disebut dolbon.

Ketua RT 01/03 Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Jahidi mengatakan, ratusan KK yang masih BAB tersebar di beberapa lingkungan. Diantaranya, Lingkungan Nagrek, Lingkungan Samboronyok, Lingkungan Sabrang, Lingkungan Cipaos, Lingkungan dan Lingkungan Gunung Asem.

“Cukup luar biasa. Di Ciwandan yang notabene banyak industri tapi masih banyak warga kita yang buang air besar sembarangan. Alasan warga masih buang air besar sembarangan, mindset warga buang air besar masih cukup tinggi. Karena itu perlu kerja maksimal untuk merubah mindset warga agar tidak dolbon sembarangan,” kata Jahidi kepada awak media ditemui di lokasi, Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut, untuk mengubah mindset masyarakat tidak buang air besar sembarangan, ia meminta ada perhatian dari pemerintah maupun DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Cilegon. Hal itu diminta supaya warga bisa hidup layak.

“Kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, dewan maupun Pak Walikota Cilegon (Helldy-Sanuji) maka ini akan menjadi preseden buruk bagi Kota Cilegon,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Tata Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kholilallah menjelaskan, baru 10 persen warga di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan yang memiliki jamban. Sedangkan 90 persen masih BAB di kebun.

“Kami terus berupaya agar warga di Kelurahan Kepuh untuk tidak membuang air besar sembarangan. Harapan kami, agar pihak industri, dinas terkait maupun industri untuk membantu masyarakat Kepuh untuk memiliki kamar mandi agar tidak buang air besar sembarangan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2