CILEGON, SSC – Walikota Cilegon nonaktif, Tb Iman Ariyadi memutuskan untuk mengajukan upaya banding. Hal itu diputuskan setelah majelis hakim Tipikor di PN Serang menjatuhkan vonis 6 tahun, beberapa waktu lalu.

Lewat juru bicara keluarga, Ratu Atu Marliati, hari ini, Kamis (21/6/2018) mengatakan kepada awak media, permohonan banding yang diajukan tidak lain untuk memenuhi rasa keadilan. Mengingat Tb Iman Ariyadi sama sekali tidak menerima suap seperti yang dituduhkan. Vonis tersebut sangat jauh dari rasa keadilan.

“Setelah kita pikir-pikir, akhirnya keluarga memutuskan untuk banding. Sabab kami menilai tidak ada rasa keadilan atas vonis hakim di tingkat pertama, mengingat Pak Wali (Tb Iman Ariyadi, red) kami yakini tidak bersalah atas kasus yang menimpannya,” ungkap Ati.

Menurut keluarga, sambung Ati Marliati, vonis itu dinilai tidak mempertimbangkan fakta yang ada di dalam persidangan. Dalam pembuktian selama sidang, Tb Iman Ariyadi tidak menerima suap dari dana sponsorship PT KIEC dan PT Brantas kepada Cilegon United.

“Kami rasa ini tidak adil. Karena demi rasa keadilan itulah kami memutuskan untuk mengajukan banding,” ujar kakak kandung terdakwa ini.

Oleh karena itu, kata Ati, pihak keluarga meyakini upaya yang ditempuh itu dapat memberikan keadilan.

“Kami ingin membuktikan bahwa keadilan itu ada. Kami yakin di negara ini masih ada keadilan, karenanya kami mencari keadilan itu sendiri,” pungkasnya.

Ia meminta, seluruh masyarakat Kota Cilegon dapat mendoakan yang terbaik untuk Iman Ariyadi. Kepada Iman, sambungnya, tetap diberikan ketabahan menjalani proses yang saat ini sedang berjalan.

“Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak, semoga keadilan masih ada dan kami yakin bahwa yang tidak bersalah harus dibebaskan dari segala tuduhan,” imbuhnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here