Ratusan pemudik motor yang baru turun dari Kapal keluar dari area Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (21/6/2018). Ronald Siagian / Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Perilaku pemudik yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak pada Angkutan Lebaran 2018 ini diperkirakan bergeser. Pergeseran pola perilaku pemudik yang biasanya mudik dengan menggunakan transportasi bus, kini bergeser menggunakan kendaraan rodadua.

Dari data perbandingan arus mudik tahun 2017 dan 2018 PT ASDP Cabang Indonesia Ferry Cabang Merak, jumlah penumpang pejalan kaki mengalami penurunan. Jumlah penumpang tahun 2017 tercatat sebanyak 135.354 orang. Jumlah tercatat turun pada tahun 2018 atau sebanyak 134.852 orang.

“Prediksi kami awalnya pejalan kaki 10,2 persen. Ternyata meleset, itu tidak sesuai prediksi kami. Data produksi arus mudik tahun ini roda dua dan roda empat cukup naik secara signifikan. Kemungkinan pejalan kaki saat ini beralih perilaku menggunakan sepeda motor,” ungkap General Manajer PT ASDP Merak, Fahmi Alweni ditemui di Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (21/6/2018).

Jumlah pemudik roda dua pada tahun 2017 tercatat sebanyak 74.138 unit. Jumlah tercatat naik pada tahun 2018 atau sebanyak 78.210 unit. Begitu juga kendaraan pribadi, jumlah tahun lalu  sebanyak 79.962 unit. Pada arus mudik Lebaran ini, jumlah tercatat naik atau sebanyak 88.813 unit.

“Kemungkinan taraf ekonominya sudah lebih baik, jadi sekarang beralih (dari penumpang bus ke penumpang rodadua). Artinya, kalau tahun lalu tidak punya motor, sekarang sudah pakai motor,” paparnya.

Pada arus balik ini dari hari Lebaran kedua (HH) hingga hari kelima (H+5) setelah Lebaran, kata Fahmi, penumpang pejalan kaki telah diseberangkan sebanyak 64 persen. Sementara roda dua dan roda empat sebanyak 58 persen. Pemudik yang belum kembali diperkirakan akan terus mengalir hingga akhir pekan ini.

“Menurut kami, tahun ini lebih lancar dari tahun sebelumnya. Secara umum semuanya lancar, ” tandasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here