CILEGON, SSC – Angka stunting di Kota Cilegon berdasarkan survei 2023 tercatat sebanyak 944 balita. Untuk menekan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menargetkan angka penurunan balita stunting lima persen pada 2024 mendatang.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Agus Zulkarnaen mengatakan, sampai saat ini Kota Cilegon masih mempunyai pekerjaan rumah untuk menyelesaikan persoalan stunting. Beberapa faktor pemicu balita terkena stunting, yakni, pola pengasuhan yang salah, kesibukan orang tua sehingga menitipkan anak ke pengasuh serta pemberian makanan yang instan.

“Kalau berdasarkan dara EPPGBM anak stunting Cilegon ada 944 orang sedangkan berdasarkan SSGI ada sebanyak 19,1 persen. Semoga tahun depan SSGI turun,” kata Agus kepada awak media,” Selasa (31/10/2023).

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Untuk menekan angka balita stunting, sambung Agus, ia mengharapkan kepada semua pihak untuk bersama-sama membantu menurunkan angka stunting di Kota Cilegon.

“Kami (DP3AP2KB) sudah melakukan pendampingan kepada sasaran calon pengantin, pendampingan ke ibu hamil, kepada ibu yang memiliki balita. Tak berhenti di situ, kami melakukan audit kasus stuntung serta memberikan pengetahuan pola pengasuhan yang terbaik kepada penderita stunting,” sambung Agus.

Agus juga mengungkapkan, jika ia mengharapkan kepada Walikota Cilegon, Helldy Agutian untuk dapat mengsrahkan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk bisa menjadi bapak asuh bagi balita yang menderita stunting.

“Sebelumnya bapak asuh tingkat kecamatan dan kelurahan dan sekarang kami minta kepala OPD untuk jadi bapa asuh,” ungkapnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Sementara itu, Walikota Cilegon, Helldy Agustian, meminta agar semua kepala OPD mau menyisihkan anggarannya untuk bisa menjadi bapak asuh. Sebab keberadaan bapak asuh ini, untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Cilegon.

“Cilegon masih ada 944 bayi stunting. Dengan bapak asuh ini tentu membantu anak-anak stunting karena mereka membutuhkan anggaran hampir 3 juta per bulan untuk makanan. Insa Allah bisa dapat Rp 440 juta,” urainya. (Ully/Red)