CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon mencatat pasca penyelenggaraan pemilu 2019 lalu, tingkat partisipasi pemilih meningkat hingga 85 persen. Meningkatnya partisipasi ini karena kesadaran masyarakat untuk memberikan hak pilih tinggi baik pada pileg dan pilpres.
“Tingkat partisipasi meningkat berkat kesadaran dari masyakarat, untuk menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara,” kata Komisioner Divisi Tekhnis KPU Cilegon, Eli Jumaeli diwawancara usai Eapat Pleno Rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota tingkat Kota di Kantor KPU, Minggu (5/5/2019).
Eli mengungkapkan, jika dilihat dari pemilu 2014 lalu, tingkat partisipasi masyarakat terhadap pemilu hanya mencapai 68 persen. Sementara di pemilu 2019 ini cukup naik siginifikan.
“Mungkin hampir semua kabupaten atau kota di Indonesia mengalami peningkatan untuk partisipasi pemilihnya. Apalagi, kesadaran masyarakat tentang berdemokrasi pun juga tinggi. Bagaimana pemilu itu menjadi sarana peralihan kedaulatan rakyat dan kekuasaan secara legal sehingga partisipasi masyarakat pun mengalami peningkatan,” ungkap Eli.
Selain kesadaran masyarakat, menurut Eli, tingginya partisipasi masyarakat juga didukung oleh bantuan dari partai politik dan para peserta pemilu yang turut gencar mensosialisasikan pemilu ke masyarakat.
“Sosialisasi yang dilakukan oleh relasi itu juga salah satu faktor tingginya angka partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat terhadap pemilu di Kota Cilegon. Masyarakat saat ini sudah sadar dengan politik.
“Bagus tuh kalau tinggi. Jadi masyakat udah sadar dalam berpolitik,” pungkasnya. (Ully/Red)

