SERANG, SSC – Sebuah kapal Nelayan, KMP Sri Rejeki dikabarkan terbalik di Pesisir Pantai Borokoy, Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Satu diantara 3 nelayan asal Desa Kalipasung, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat yang ada di kapal tersebut dinyatakan hilang.
Informasi yang diterima Selatsunda.com dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, kejadian terbaliknya KM Sri Rejeki dilaporkan pertama kali oleh Carik Binuangen, Rifki. Kejadian terjadi pada Jumat (29/6/2019) sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal saat itu ditumpangi 3 orang nelayan yakni Toha (14), Mak (40) dan Amir (38). Saat di wilayah Pantai Borokoy, kapal kemudian terbalik. Dua nelayan Toha dan Mak berhasil selamat dalam kejadian itu, sementara Amir dinyatakan hilang. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Basarnas Banten untuk melakukan pencarian.
“Setelah kita mendapat laporan, langsung pagi tadi jam 06.30 WIB kita langsung bergerak kelokasi,” ujar Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin dikonfirmasi, Sabtu (29/6/2019).
Zaenal mengatakan, kejadian kapal tersebut terbalik diduga saat itu tengah dihantam gelombang tinggi hingga 6 meter. Saat ini, nelayan yang hilang masih dalam pencarian Basarnas, pihak -pihak terkait dibantu nelayan setempat.
“Nelayan turut membantu kami melakukan pencarian. Sekarang ini pencarian korban masih terus kami lakukan, mudah-mudahan bisa kita temukan,” tuturnya. (Ronald/Red)

