CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Sumur Wutu, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon menghentikan aktivitas penampungan limbah Sludge Kapur milik PT Krakatau Posco Chemtec Caltination (KPCC), Sabtu (29/6/2019). Penampungan limbah yang dikelola oleh PT Multi Talent Universal ini diduga tak mengantongi izin lengkap karena warga tidak pernah memberikan izin terkait aktivitas tersebut.

Salah seorang warga, Sugiharto (31) mengatakan, awalnya pihak perusahaan telah menyepakati tidak akan membuang limbah di lahan warga. Tetapi kesepakatan itu justru dilanggar. Bahkan, kata dia, perusahaan diam-diam membuang limbah tanpa sepengetahuan warga sekitar. Dia menerangkan, aktivitas itu sudah membuat jalan menjadi licin sehingga menganggu warga.

“Pihak perusahaan telah melanggar aturan dan kesepakatan yang sudah disepakati bersama. Pada kesepakatan antara kita (warga) dan perusahaan, jika perusahaan tidak lagi membuang limbah lagi. Tapi, justru mereka diam-diam membuang limbah tersebut,” kata Sugiharto saat dikonfirmasi,” Minggu (31/6/2019).

Baca juga  Empat Kecamatan di Cilegon Berpotensi Terjadi Pergerakan Tanah, Ini Wilayahnya

Aktivitas ini, lanjut dia, bukan saja terjadi kali ini saja. Pada akhir 2018 lalu, warga juga menghentikan aktivitas penampungan limbah perusahaan tersebut. Warga kembali geram perusahaan kembali berulah.

“Sebenarnya pada 2018 kita pernah menutup aktivitas pembuangan limbah ini. Belakangan ini, kita menemukan justru hampir dua bulan, perusahaan justru buang limbah jalur tersebut,” terangnya.

Ia heran, perusahaan berdalih bila aktivitas sudah meniliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon. Padahal warga di lingkungan setempat tak pernah memberikan izin.

“Belum ada izin dari masyarakat termasuk RT maupun Lurah Deringo, dari pihak PT Multi menolak adanya pertemuan karena perusahaan berdalih kalau sudah mengantongi ijin dari DLH katanya. Makanya saya bingung sebagai warga izinnya dari mana sedangkan warga tidak mengizinkan,” tegasnya.

Baca juga  Tahun 2024, Pemkot Cilegon Usulkan 300 Formasi PPPK

Sementara itu, Lurah Deringo, Edi Qodratullah tak membantah adanya penolakan dari warga Sumur Watu terkait aktivitas pembuangan limbah kapur tersebut.

“Iyah benar warga menyampaikan penolakan atas aktivitas pembuangan limbah kapur ini.
Saya kemudian langsung mendatangi lokasi dan memang ada pembuangan limbah, ada sekitar 5 mobil yang buang limbah di lokasi,” ujarnya.

Untuk meredam emosi masyarakat, sambung Edi, pihaknya langsung meminta pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitas. Pihaknya berjanji akan menfasilitasi warga dan perusahaan menyikapi masalah tersebut.

“Saya minta kepada perusahaan untuk menunjukan izinnya. Nanti kita akan kumpulkan antara masyarakat dengan pihak perusahaan untuk di pertemukan.” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari PT KPCC (Krakatau Posco Chemtec Caltination) maupun PT Multi Talent Universal. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini