20.1 C
New York
Senin, Mei 18, 2026
BerandaPeristiwaWakil Walikota Cilegon Kunjungi Warga Terdampak Kebakaran TPSA Bagendung

Wakil Walikota Cilegon Kunjungi Warga Terdampak Kebakaran TPSA Bagendung

-

CILEGON, SSC – Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengunjungi warga yang terdampak asap kebakaran TPSA Bangendung. Kakak dari mantan Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi ini juga meninjau lokasi TPSA yang terbakar.

Ia datang ke lokasi pengungsian tepatnya di Yayasan Pendidikan Islam Al-Bustaniyah, Lingkungan Curug, Kelurahan Bagendung sekitar pukul 10.00 WIB. Ati datang untuk memastikan warga di pengungsian dalam kondisi aman dan terkendali.

“Ibu melihat secara langsung kondisi warga yang terkena dampak asap. Alhamdullilah, keadaanya sudah sangat baik. Api pun sudah bisa dipadamkan. Bukan itu saja, warga tidak tinggal di tempat pengungsian,” kata Ati kepada Selatsunda.com, Jumat (9/8/2019).

Menurut orang nomor dua di Cilegon, perhatian dari pemerintah dan stakholder sudah cukup baik untuk warga yang terkena dampak api TPSA. Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat terlebih menjelang Perayaan Idul Adha.

“Dalam hal ini, ibu ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh stakholder yang sudah membantu masyarakat di Bagendung. Ibu berharap, dengan perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini, bisa membantu masyarakat jelang perayaan Idul Adha nanti,” ucap Ati.

Sementara itu, Lurah Bagendung, Kecamatan Cilegon, Safiudin mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati yang datang mengunjungi warga di pengungsian. Hingga saat ini, kata dia, kondisi asap masih belum reda. Terlebih lagi, asap kebakaran masih menggangu warga pada malam hari dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

“Asap sih masih sering ada. Apalagi kalau malam hari hingga pagi hari pasti menganggu sekali. Saya sih enggak pernah melarang warga pengungsi untuk pulang ke rumahnya dan kembali lagi ke tempat pengungsian. Yang terpenting, kalau bagi masyarakat kondisinya enggak aman bisa kembali ke tempat pengungsian,” ucap lurah.

Menurut Safiudin, berdasarkan data, warga yang terdata mengungsi di lokasi pengungsian sebanyak 120 jiwa dari 39 Kepala Keluarga. Warga ini diantaranya berasal dari 2 Lingkungan yaitu, RT 8 Lingkungan Larangan dan RT 9 Lingkungan Sambi Buhud. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2