CILEGON, SSC – Bagi yang berkeinginan untuk bekerja sebagai pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) saatnya sudah mulai mempersiapkan diri. Rencananya pada 25 Oktober mendatang, Pemkot Cilegon akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 tahap I. Pada tahap I ini, pemerintah akan membuka 183 formasi yang dibutuhkan.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pelatih dan Pendidikan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin kepada awak media di kantornya, Senin (21/10/2019).
Ia mengatakan, pembukaan lowongan CPNS sebagaimana menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia.
“Alhamdullilah surat dari Menpan sudah diterima. Penerimaan SE Nomor 568 tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuban Pegawai Negeri Sipil Cilegon tahun anggaran 2019. Pembukaan penerimaan CPNS dibuka pada 25 Oktober dan penyelenggaraan tes digelar pada Febuari 2020 mendatang,” kata Mahmudin.
Mahmudin menambahkan, pada tahun ini, Pemkot Cilegon merekrut sebanyak 183 formasi dengan rincian sebagai berikut, guru atau tenaga pendidik sebanyak 122 orang, tenaga kesehatan (medis, dokter, bidan dan perawat) sebanyak 17 orang dan tenaga teknis 44 orang.
“Dari total 183 formasi ini, tenaga pendidik dan tenaga teknis masih menjadi prioritas dan dibutuhkan,” tambahnya.
Ia melanjutkan, pendaftaran penerimaan CPNS akan dilakukan secara online. Ia pun memastikan, pendaftaran CPNS nantinya tidak dilakukan dengan bertatap muka dengan panitia.
“Yang jelas tahun ini semua serba online. Berkas yang disampaikan sama seperti tahun kemarin. Tidak ada media apapun untuk ketemu dengan calon CPNS. Persyaratan yang dibutuhkan, nomor NIK, KK. Yang jelas nomor NIK tidak boleh double,” lanjutnya.
Berbeda dengan tahun lalu, kata Mahmudin, pelaksanaan tes tahun ini diserahkan ke kabupaten kota, provinisi dan kementerian. Di mana, semua daerah wajib dan harus menyiapkan sarana mulai dari ruangan tes, komputer untuk tes, jaringan dan tenda. Pemenuhan tersebut telah memenuhi kesepakatan bersama.
“Tes tahun lalu kan semua tes maupun lokasi di fasilitasi oleh BKN (Badan Kepegawaian Nasioal. Untuk tes di 2020 itu semua difasilitasi oleh pemerintah setempat. Baik dari ruangan tes, komputer untuk tes, jaringan, tenda ditanggung oleh Pemda masing-masing,” pungkasnya. (Ully/Red)

