CILEGON, SSC – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Cilegon mendeklarasikan zona integritas bersih dari korupsi di lingkungan kerja untuk mencapai predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Hal ini terungkap pada kegiatan Janji kinerja 2020 Pembangunan Zona Integritas Menunu Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Kantor Wilayah Hukum dan Hal Asasi Manusia Lapas Kelas IIA Cilegon di halaman Kantor Lapas Kelas IIA Cilegon.
Lapas Kelas IIA Cilegon, Masjuno mengatakan, bahwa ada enam fokus yang akan dilakukan Lembaga Pemasyarakatan dalam peningkatan pelayanan dan upaya menuju zona integritas sesuai arahan Kemenkumham.
“Pertama adalah mewujudkan SDM yang unggul, untuk mencapai wilayah yang bebas dari korupsi. Kedua membangun kerjasama antar pegawai dalam menjalankan tugasnya. Ketiga peningkatan layanan umum adalah hal akan terus kami lakukan ke depan,” kata Masjono kepada awak media usai Penandatangan Deklarasi Janji kinerja 2020 Pembangunan Zona Integritas Menunu Wilayah Bebas Korupsi (WBK),” Rabu (20/1/2020).
Juno sapaan akrabnya memastikan kegiatan ini bukan hanya suatu seremonial semata melainkan akan segera menerapkan di Lapas Kelas IIA Cilegon untuk memberantas tindakan korupsi.
“Untuk di Lapas IIA Cilegon ada beberapa titik pelayanan publik yang sangat berpotensi terhadap tindakan korupsi. Yakni, pelayanan publik dibagian pemberian hak warga binaan, fasilitas yang digunakan para napi, pemberian remisi bagi napi dan pelayanan publik yang berpotensi korupsi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Lapas Kelas IIA Cilegon terus berkomitmen untuk agar Lapas Cilegon zero korupsi.
“Kami pun pastikan tidak ada pemberian kamar eksklusif untuk para narapinda di sini. Semua hak sama. Semua harus mengikuti aturan yang ada. Dan kami pastikan, Lapas Cilegon zero korupsi,” paparnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon, Edi Ariadi Pemkot Cilegon mendukung Lapas Kelas IIA Cilegon bebas terhadap tindakan korupsi. Salah satu dukungan yang diberikan oleh pemerintah untuk Las Cilegon, dengan memberikan pembinaan untuk para napi yang berada di dalam.
“Prinsipnya kita dukung apapun program yang dimiliki oleh Lapas Cilegon. Selain pembinaan bagi napi, Pemkot Cilegon pun telah menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kebutuhan lapas. Yang terpenting jika sudah role model prestasi pun harus juga ditingkatkan,” imbuhnya. (Ully/Red)

