CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon akan menggelontorkan Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) Kota Cilegon sebesar Rp 4,3 miliar untuk membangun sumur resapan. Rencananya, upaya untuk menangani banjir ini dibangun di 11 titik di masing-masing kelurahan.
“Kita kan tahu kalau beberapa waktu lalu Cilegon banjir besar. Makannya, dibuat sumur presapan. Karena itu, perlu di Cilegon ini membangun sumur resapan itu,” kata Kepala Bappeda, Beatri Noviana saat ditemui awak media usai kegiatan pembahasan pembangunan sumur resapan yang digelar di Aula Bappeda Cilegon, Selasa (11/2/2020).
Ia menjelaskan, sumur resapan dibangun dengan kedalaman 1 meter. Sumur mampu menampung derasnya air hujan sebesar 2 meter kubik.
“Tentunya di masing-masing titik di 43 kelurahan ini kan punya kontur tanah yang berbeda-beda. Ada yang tanahnya berbatu ada pula tanahnya lembek. Itu pun akan menjadi perhatian kami (pemerintah) juga. Tapi yang jelas, kedalaman sumur resapan ini seluas 2 meter dengan kedalaman 1 meter. Dan mampu menampung air 2 meter kubik,” jelasnya.
Pada tahap pertama ini, ujar mantan Asda II Cilegon, mengawali saat ini, baru dua sumur resapan yang sudah dibangun di Bappeda.
“Kita sudah mengawali di Bappeda, kita buat dua sumur resapan. Itu untuk menampung genangan air bilamana hujan atau banjir. Setelah kita coba ternyata betul, ini membantu untuk mengurangi genangan air,” kata Beatrie.
Sementara itu, penemu teknologi sumur resapan dari PT. Konota Alam Lestari, Boy Ambadar menjelaskan, dengan membuat sumur resapan yang memiliki kedalaman 2 metet dan lebar 1 meter dapat menampung air sebanyak 1,5 meter kubik. Sementara untuk penetapan titik atau lokasi sumur resapan akan diserahkan kepada pihak kelurahan masing-masing.
“Intinya menyiapkan ruangan dibawah tanah, agar air tidak dipermukaan, adanya dibawah tanah, sehingga tidak merugikan,” katanya. (Ully/Red)

