20.1 C
New York
Jumat, Mei 29, 2026
BerandaPeristiwaJetty Ditpolairud Banten Tercemar Limbah Oli Kapal

Jetty Ditpolairud Banten Tercemar Limbah Oli Kapal

-

CILEGON, SSC – Kantor Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten tercemar buangan limbah oli dan sampah kapal. Pencemaran yang terjadi di jetty dan kolam ikan ini diduga imbas dari pembuangan limbah sampah kapal yang melintas.

Informasi yang dihimpun Selatsunda.com, kejadian pencemaran terjadi pada Rabu (12/2/2020) pagi hari. Permukaan air laut yang ada di jetty tepat di belakang gedung Ditpolairud terlihat dipenuhi limbah oli berwarna hitam. Air laut di kolam juga terlihat dalam kondisi sama.

Mendapati itu, Direktur Polairud Banten, Kombes Pol Nunung Saefuddin langsung meminta jajarannya melakukan penyelidikan pencemaran tersebut. Ditemukan juga pencemaran terjadi di lokasi yang tak jauh dari Ditpolair.

“Setelah kejadian itu, bapak Dirpolair meminta untuk melakukan lidik di perairan. Saya langsung turunkan dua unit, satu di perairan Merak dan Salira. Hasil dari pemantauan kami untuk dampak limbah ini, sebagian ke wilayah merak dekat jetty Lingga Perdana dan ada di Polarud,” ujar Kasubdit Patroli Polairud Ditpolair Polda Banten, AKBP Noman Tri Sapto di konfirmasi di kantornya.

Jetty Polairud tercemar oli dan sampah laut

Selain mengecek dampak oli tersebut, kata Noman, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah kapal yang ada di dekat lokasi untuk memastikan sumber pembuangan limbah.

“Kita sempat mengecek kapal PLTG dan lainnya. Kurang lebih adaa 4 kapal yang kita cek disekitar sini,” tuturnya.

Noman menerangkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebug. Ia menyatakan, jika kondisi tersebut dilakukan secara sengaja maka dapat diyatakan sebagai merupakan tindak pidana kejahatan.

“Itu melanggar, seharusnya kapal yang lewat itu clearance in, setelah itu dia menggunakan jasa celaning jasa setempat. Itu tidak boleh membuang sampah di laut,” paparnya.

Sementara, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten, AKBP Agus Yulianto mengatakan, ada dua dugaan pencemaran oli tersebut terjadi baik dari kapal engker atau melintas. Namun besar kemungkinan, pembuangan limbah itu, saat kapal melintas. Namun untuk memastikan, petugas masih melakukan penyelidikan.

“Kemungkinan kalau kapal engker, itu tidak mungkin terjadi. Karena tidak berani macam-macam. Tapi kemungkinan lebih besar dari kapal yang melintas,” tandasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2