20.1 C
New York
Sabtu, Mei 30, 2026
BerandaPeristiwaKisah Pilu Siti yang Melahirkan Bayinya di Lokasi Pengungsian Korban Banjir Lebak

Kisah Pilu Siti yang Melahirkan Bayinya di Lokasi Pengungsian Korban Banjir Lebak

-

LEBAK, SSC – Kisah haru dialami pasangan suami istri Wahyudin (25) dan Siti Nuriyah (22) yang berada di Hunian Sementara (Huntara) untuk para korban banjir dari Desa Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Sang Istri, Siti harus berjuang melahirkan anak keduanya di lokasi pengungsian pasca kejadian bandang dan tanah longsor Kabupaten Lebak, Banten, pada 01 Januari 2020 lalu.

Awalnya, kisah ini dialami saat sang istri mengeluhkan rasa mulas dan kontraksi di kehamilannya. Sang suami yang mengetahui itu langsung menghubungi Pokja Relawan Banten dan meminta untuk membantu proses persalinan istrinya.

Lokasi huntara yang didirikan Perkumpulan Urang Banten (PUB) dibawah pimpinan Taufiequrachman Ruki itu tampaknya cukup jauh dijangkau. Proses melahirkan anak kedua Siti pun diputuskan untuk dilakukan di lokasi huntara. Disitu, Siti melahirkan anaknya dengan bantuan alat seadanya yakni taraji atau dukun beranak di kampung. Siti pun melahirkan dengan selamat. Ia dan suaminya sepakat untuk memberi nama anaknya dengan nama Wulan.

“Sebelumnya tim medis Pokja Relawan Banten, sudah menawarkan pada Kang Wahyudin untuk membawa istrinya ketempat yang lebih layak, tapi ada sedikit miss Komunikasi, sehingga ya seperti ini jadinya, terpaksa melahirkan anak keduanya di pengungsian,” ujar nggota Pokja Relawan Banten, Eggi Ramadhan (38), saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Selasa (18/02/2020).

Saat ini, kondisi Siti dan Wulan pasca persalinan dikabarkan dalam kondisi sehat dan stabil. Siti dan Wahyudin masih memilih tinggal di Huntara untuk merawat anaknya yang baru dilahirkan.

Hanya saja, kata Eggi, Siti dan Wulan membutuhkan asupan baik susu, pakaian, dan makanan tambahan. Lantaran dilokasi pengungsian, segala sesuatunya masih terbatas. Pokja Relawan Banten mengharapkan pemerintah dan para donatur untuk membantu Siti dan Wulan.

“Lahir di tolong Paraji, karena Tim medis dari Dinkes Kabupaten Lebak kan enggak stanby sampai malam. Ibu bayi membutuhkan susu atau nutrisi untuk kebutuhan ibu melahirkan dan peralatan bayi,” paparnya.

Tidak berselang lama setelah persalinan, PUB yang mendirikan huntara langsung mendonasikan bantuan uang tunai guna memenuhi kebutuhan sementara bayi tersebut. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2