CILEGON, SSC – Lika-liku perjalanan mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) rupanya tidak semudah dibayangkan. Banyak kendala dan rintangan yang harus dilewati. Namun dengan keteguhan dan tekad kuat akhirnya berbuah manis. Seperti yang dialami langsung TBM Nawacita yang berhasil meraih juara satu sebagai taman baca terbaik se-Kota Cilegon dengan mengalahkan 8 TBM se-Kecamatan di Kota Cilegon dalam perhelatan kegiatan apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (PTK-PNF) berprestasi yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon.
Ketua TBM Nawacita Irfan Ali Hakim mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah menjadikan TBM Nawacita sebagai juara pertama pada lomba taman baca tingkat Kota Cilegon.
“Alhamdulillah berkat usaha dari para pengurus dan relawan, kami mendapatkan peringkat 1 tingkat Kota Cilegon. Usaha yang selama ini dibangun oleh pengurus TBM tidak sia-sia. Para relawan TBM banyak berkontribusi terhadap perlombaan ini. Untuk lomba ini sendiri tahapannya yang kita lalui mulai dari pembuatan profil, pembuatan makalah, dan presentasi mengenai konsep yang sedang dan akan di jalankan di TBM seperti apa,” kata Irfan ditemui di Pemkot Cilegon,” Selasa(18/2/2020).
Lebih lanjut, kata Irfan, untuk progress selanjutnya, TBM Nawacita ini akan mempersiapkan lomba taman baca hingga ke tingkat Provinsi Banten mewakili Kota Cilegon.
“Pasti persiapan penuh kita (Taman Baca Nawacita) agar bisa melaju ke tingkat Provinsi Banten yang akan diselenggarakan pada Mei 2020 setelah lebaran, mendatang,”
lanjut Irfan.
Ia menceritakan, sebelum berdiri dan sukses hingga sekarang, TBM Nawacita hanya berjalan lima bulan, lantaran minimnya relawan yang mengajar.
“Kita sempat off dari lingkungan warga pemulung, dan di tahun 2019, saya coba menggagas kembali dengan melibatkan teman-teman yang memang konsen di dunia Literasi, mendirikan TBM Nawacita yang berada di lingkungan warga bantaran kali. Alhamdulillah sudah berjalan hampir enam bulan, dan sebagai mobilisatornya kita buat komunitas Literasi nya yaitu Komunitas Warga Literasi (Wali),” jelasnya.
Selain didukung oleh pengurus yang konsen dalam dunia literasi, adanya dukungan dalam bentuk program dengan BBC juga ikut membantu perjalanan TBM Nawacita saat ini.
“Saat ini sudah mulai terpola karena ada jam belajarnya setiap Senin dan Rabu sore dengan berbagai pembelajaran mengenai keterampilan dan PAUD, juga ada tambahan program belajar yang bersifat tentatif berupa pengetahuan dasar dan kursus bahasa inggris gratis hasil kerjasama yang merupakan CSR dari lembaga kursus BBC yang respect dengan menurunkan pengajarnya begitu tahu TBM ini dibuka. Dari mulai hanya tujuh orang, kini anak-anak yang belajar di TBM semakin bertambah dari sepuluh, lima belas hingga dua puluhan anak dan karena ada berbagai usia, sekarang malah harus membuat dua kluster untuk anak-anak dibawah empat tahun, SD, dan SMP,” tambahnya.
Masih kata Irfan, anak-anak yang ikut juga bukan hanya dari wilayah terdekat, namun dari wilayah lain seperti Samandaran, Kranggot, dan dari wilayah yang cukup jauh masuk dalam wilayah Kabupaten Serang juga ada yang ikut, yaitu dari masyarakat di dekat perusahaan Wilmar, Bojonegara.
Atas prestasi yang sudah diraih, dirinya berpesan kepada para pengurus agar lebih aktif dan lebih giat lagi.
“Pengelolaannya harus cukup serius tidak hanya sambil berjalan saja untuk membuat program inovatif lainnya. Agar lebih diperbanyak lagi program-program yang bersifat kreatifit seperti seni budaya, mendongeng, dan lain-lain. Adapun program jngka pendeknya yaitu pembenahan program, dengan menggalakkan budaya bertutur, dan membuat terobosan program seperti sekolah tadabur atau refleksi terhadap lingkungan alam, sehingga proses kegiatannya tidak hanya di TBM saja, suatu saat kita bisa ajak anak-anak di TBM Nawacita ke pantai atau tempat terbuka lainnya,” imbuhnya. (Ully/Red)

