SERANG, SSC – Rilis Data Indonesia (RDI) merilis hasil survei opini publik yang dilakukan sebelum penetapan calon Kepala Daerah di Pilkada 2020 Kabupaten Serang.
Berdasarkan penelaahan tim survey dan kajian bahwa ada nama-nama yang potensial untuk dapat maju dalam pemilukada Kabupaten Serang yaitu H. Eki Baihaki, Ratu Tatu Chasanah, Masduki dan Najib Hamas. Dalam survei itu terdapat nama-nama yang potensial berdasarkan angka popularitas yaitu yang tinggi seperti Ida Rosida.
Untuk hasil survei dari tingkat popularitas, nama Eki Baihaki unggul sementara dari kandidat 15 nama-nama tokoh di Kabupaten Serang. Eki unggul 34, 4 persen diatas Petahana, Tatu Chasanah 21,4 persen. Kemudian diikuti oleh Ida Rosida19,5 persen, Wahyu Papat 6,4 persen, Sofwan 2,8, persen, Panji 2,6 persen, Najib Hamas 2,2 persen, Masduki 1,2 persen.
Sementara dari tingkat elektabilitas dengan sampling Bupati hari ini secara spontan,
nama-nama yang muncul bervariatif. Dengan pemilihan calon bupati secara terbuka, Eki Baihaki menempati urutan pertama dengan persentase sebesar 35,8 persen, Tatu Chasanah 27,6 persen, Ida Rosida 17,8 persen.
Wakil Direktur RDI, Surya Anom mengatakan, survei dilakukan dengan mengumpulkan data sebanyak 3 kali. Diantaranya pada gelombang pertama dilakukan survei di Wilayah Serang Timur baik di Ciruas, Cikande dan lainnya. Sampling di wilayah itu, nama Eki Baihaki lebih banyak dipilih masyarakat dibanding sosok lainnya. Eki dikenal masyarakat sebagai sosok dari Putra Mantan Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman. Sementara pada gelombang kedua yang dilakukan di Selatan diantaranya, Ciomas, Padarincang dan lainnya, nama Ida Rosida lebih tinggi.
“Pengumpulan data pertama 301 kuisoner dari arah timur, Cirus, Cikande. Itu suara pak haji Eki tinggi dan kita coba tanya, ini kok bisa tinggi. Rupanya di lapangan itu, para responden bertanya, anak pak ATN (Ahmad Taufik Nuriman) itu yang mana?. Jadi, tingginya ini bukan karena personal Eki, tapi personal ATN. Untuk gelombang kedua, di sebelah selatan, Ciomas, Padarincnag. Itu tinggi bu haji Ida,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (20/2/2020).
Responden, kata Surya, memilih calon bupati dengan berbagai alasan. Alasan responden paling banyak adalah Calon muda dengan persentase sebesar 34,2 persen. Diikuti dibawahnya adalah Petahana 31,2 persen dan bijaksana 15,8 persen.
Ia menyatakan, popularitas Tatu pada survei turun dibandingkan Eki karena beberapa alasan. Alasan pertama, karena Tatu saat ini sebagai incumbent. “Sebagai incumbent, di satu sisi mungkin masyarakat merasakan ada prestasi, ada juga yang melihat ini bukan prestasi. Kemudian ada ekspektasi yang tidak sampai ke masyarakat dan cenderung tidak memilih kepada beliau,” ungkapnya.
Pada simulasi 8 nama calon bupati, nama Eki Baihaki masih unggul dari tokoh lainnya. Eki unggul 29,2 persen. Dibawahnya ada nama Tatu dengan 28,6 persen, Fahmi Hakim 12,8 persen. Sementara Masrori 3 persen dan Masduki 1,6 persen.
Untuk simulasi 5 nama calon bupati, Eki menungguli Tatu. Persentase Eki sebesar 33,6 persen, Tatu 32,6 persen, Sofwan 10,2 persen dan Masduki 8,6 persen. Pada simulai 3 nama, Eki 41,6 persen, Tatu 39,4 persen dan Masduki 12,6 persen.
Untuk simulasi 2 nama, Eki 52,4 persen dan Tatu 38 persen. Untuk 4,4 persen responden memilih rahasia dan 5,2 persen memilih tidak tahu.
“Jumlah sampel populasinya sama, cuman yang berbeda metodenya. Ada yang tertutup dan terbuka. Pertanyaan misalnya, pemilihan langsug dilaksanakan hari ini, siapa calon bupati yang dipilih? Pertanyaan itu terbuka, itu juga diberikan secara tertutup,” terangnya.
RDI dalam melakukan survei menggunakan
sampling sebanyak 500 responden dengan margin error 4,38 persen. Jumlah responden terdiri dari 58,4 persen Laki-Laki dan 41,6 persen Perempuan dengan berbagai latarbelakang pendidikan, pekerjaan da penghasilan. Responden disebar merata dari 29 kecamatan dan 326 desa di Kabupaten Serang, questioner diberikan satu tiap desa dipilih secara random, kecuali desa yang padat diberikan 2 questioner. (Ronald/Red)

