20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPeristiwaPenetapan At-Tsauroh Sebagai Masjid Agung Kota Serang Diminta Ditinjau Ulang

Penetapan At-Tsauroh Sebagai Masjid Agung Kota Serang Diminta Ditinjau Ulang

-

SERANG, SSC – Puluhan tokoh agama dan masyarakat menyambangi kantor pusat pemerintahan Kota Serang, Jumat (12/3/2020). Kedatangan toga dan tokmas untuk menyampaikan penetapan Masjid At-Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang untuk ditinjau ulang.

“Penetapan Masjid Agung Kota Serang di At-Tsauroh tidak mendapat dukungan utuh. Ini berbahaya kalau pemerintah kota ngambil kebijakan tidak mendapat dukungan utuh,” ujar Wari Syadeli sebagai Jubir Perwakilan Ulama Kota Serang yang mendukung pendirian masjid agung di Alun-alun Kota Serang,”

Mereka meminta agar pendirian Masjid Agung Kota Serang itu disekitaran Alun-alun bukan di At-Tsauroh.

“Ini bukan menolak, tetapi sekalian pertama, Alun-alun Kota Serang dibangun Masjid Agung, At-Sauroh juga dijadikan pusat kajian islam dua-duanya dioptimalkan,” jelasnya.

Masjid At-Tsauroh dinilai lebih tepat jika dijadikan masjid sebagai pusat kajian keislaman dan menggali khazanah kesilaman karya karya para ulama asal Banten.

“Masjid At-Tsauroh dijadikan pusat kajian islam khususnya kitab-kitab karya syeikh Nawai Al-Bantani,” paparnya.

Sementara, pendirian Masjid Agung Kota Serang di sekitaran alun-alun lebih tepat sebagai simbol toleransi antar umat beragama.

“Pendirian masjid Agung Kota Serang itu bagian dari simbol toleransi antar umat beragama, ada Masjid di Alun-alun Kota Serang dan ada agama lain disebelahnya,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, dirinya beserta para tokoh dan kyai lain seperti Ketua Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) Kyai Enting Abdul Karim dan kyai lainya tidak diundang saat pertemuan lalu.

“Memang suara yang berbeda tidak diundang, orang yang berbeda (pandangan soal penetapan Masjid Agung Kota Serang) sengaja tidak diundang,” ucapnya.

Namun pada pertemuan tadi, seluruh yang hadir bersepakat untuk duduk bersama dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama lainya yang telah menandatangani persetujuan pembangunan Masjid Agung Kota Serang di At-Tsauroh dengan difasilitasi oleh Pemkot Serang.

“Alhamdulillah pertemuan kali ini sudah ada kesepakatan bahwa walikota akan meninjau ulang dan mencari tempat alternatif yang pas. Artinya saat ini kita sudah sepakat dengan waikota hanya saja kita akan mengadakan pertemuan kembali,” ungkapnya.

Sementara, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan pihaknya menginginkan pembangunan Masjid Agung Kota Serang disepakati oleh semua pihak bukan hanya satu golongan saja.

“Memang penempatan Masjid Agung di Alun-alun itu mengundang pro kontra, akan tetapi kita ingin memfasilitasi sebagai Pemerintah Daerah. Karena yang membangunya adalah pemerintah daerah, dananya juga dari APBD mesti semua pihak setuju penempatan ini baik di At-Tsauroh maupun di Alun-alun atau dimana gitu yang penting setuju semua,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak mengenai lokasi pembangunan Masjid Agung Kota Serang, Syafrudin akan mempertemukan baik pihak yang pro dan kontra secepatnya.

“Nanti semua dikumpulkan lagi antara pihak yang sekarang dengan pihak yang kemarin menandatangani, awal bulan April,” pungkasnya. (MG-01)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini