20.1 C
New York
Kamis, Januari 1, 2026
BerandaMaritimSyahbandar Merak Sebut Bouy yang Jadi Dugaan Penyebab KMP Nusa Putra Kandas...

Syahbandar Merak Sebut Bouy yang Jadi Dugaan Penyebab KMP Nusa Putra Kandas Milik ASDP

-

CILEGON, SSC – KMP Nusa Putra kandas di Perairan Merak, Kota Cilegon, Sabtu (18/4/2020). Diduga kapal kandas masuk di alur dangkal akibat bouy tidak menyala dan bergeser.

Kepala Pos Kesyahbandaran Pelabuhan Penyeberangan Merak pada KSOP Banten, Suharso mengatakan, bouy yang menjadi dugaan penyebab insiden KMP Nusa Putra kandas adalah milik PT ASDP. Ia meluruskan, bouy warna merah yang ada di alur masuk pelabuhan merupakan milik ASDP. Sementara bouy bagian luar berwarna hijau merupakan kewenangan Direktorat Kenavigasian Ditjen Hubla Kemenhub.

“Jadi untuk perambuan, ada satu yang rambunya milik Navigasi Distrik Tanjung Priuk yaiu, bouy hijau, bouy luar. Sementara alur masuk itu punyanya ASDP dibawah regulator BPTD. Jadi setiap kelukan apapun, saya melapor ke mereka (BPTD),” ujarnya ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (20/4/2020).

Sementarq bouy dalam insiden kandas merupakan bouy merah yang sifatnya sementara atau pengganti bouy asli. Karena bouy yang sebenarnya tengah diperbaiki.

Baca : Diduga Masuk Alur Dangkal, KMP Nusa Putra Kandas di Sekitar Pelabuhan Merak

“Nah bouy itu bouy merah, itu punya ASDP. Jadi seperti yang saya bilang, bouy untuk navigasi hanya bouy hijau. Bouy tempat Nusa Putra kandas kemarin, bouy yang sebenarnya sedang diperbaiki di Timas. Sementara diganti dengan dua drum yang dikasih bendera dan lampu. Sebenarnya ada lampunya,” paparnya.

Ia mengaku, bouy merah yang rusak dan tengah diperbaiki itu memang tidak sama sekali dilaporkan kepada pihaknya. Cuman pihaknya secara visual mengetahui bahwa bouy merah diganti dengan bouy sementara.

“Sebenarnya laporan tidak ada, cuman saya lihat secara visual sajaa. Kalau itu sudah layak. Yang penting malam pun ada tanda dan layak. Kita monitor terus, kalau mati, di ganti baterainya,” terangnya.

Pasca insiden, bouy yang diduga menjadi penyebab kapal kandas tellah dilaporkan pihaknya kepada BPTD Wilayah VIII Banten sebagai otoritas yang memiliki kewenangan mengawasi sarana dan prasarana ASDP. Kata BPTD kepada pihaknya, Bouy akan segera secepatnya diperbaiki.

“Tentu, kemarin langsung follow up ke BPTD Karena BPTD yang punya regulasi ke ASDP. Dan BPTD sudah lapor ke saya untuk yang bouy itu segera di perbaiki secepatnya,” tandasnya.

Terkait dengan kondisi kapal pasca insiden, kata Suharso, telah dilaporkan pengelola kapal, PT Putra Master SP Mulia dalam kondisi normal. Setelah dilakukan survei bawah laut, bodi kapal tidak mengalami robek atau rusak daj mesin dalam keadaan aman.

“Jadi tadi pagi sudah dilakukan under water survey. Jadi pengecekan lunas kondisi lambung, lunas bawah air. Dengan menggunakan cctv oleh perusahaan yang punya legalitasnya. Alhamdulillah, semua normal, tidak ada kerusakan atau penyok. Cuman ada goresan, sebagai tanda kandas kemarin saja. Untuk mesin saat under water survei, semua kondisi keadaan aman,” terang dia.

Sementara, General Manager PT ASDP Merak, Hasna Lessy belum dapat membeti keteragan lebih lanjut. Saat dihubungi sedang melaksanakan rapat.

“Saya sedang rapat. Bisa hubungi ke humas saja ya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -