20.1 C
New York
Sabtu, April 18, 2026
BerandaKesehatanPuluhan Tenaga Medis Positif Corona, Ruang IGD RSUD Cilegon Ditutup Sementara

Puluhan Tenaga Medis Positif Corona, Ruang IGD RSUD Cilegon Ditutup Sementara

-

CILEGON, SSC – Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Cilegon ditutup sementara. Kebijakan ini diambil menyusul puluhan tim medis di rumah sakit terkonfirmasi positif Covid-19 (Virus Corona).

Penutupan sementara ruang IGD di RSUD Cilegon ini tertuang dalam Surat Pengumann nomor 445/0170/ Yanmed tentang Strerilisasi IGD serta Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 yang langsung ditandatangani Plt RSUD Cilegon Meisuri.

Plt Direktur RSUD Cilegon Meisuri membenarkan jika pihaknya sudah menggeluarkan surat penutupan sementara ruang IGD RSUD Cilegon terhitung sejak Sabtu (13/6/2020) pukul 14.00 WIB hingga Senin (15/6/2020) pukul 15.00 WIB. Penutupan sementara ruang IGD tersebut sebagai upaya strerilisasi ruangan guna mencegah penularan virus corona ke para pasein lain.

“Iya itu memang benar ada penutupan untuk IGD RSUD Cilegon. Penutupan sementara ini dimulai sejak 13 Juni 2020 hingga Senin 15 Juni 2020,” kata Mei saat dikonfirmasi melalui sambungan telepone selurernya,” Sabtu (13/6/2020).

Lebih lanjut, Meisuri mengatakan, strerialisasi ruangan IGD ini akan disemprot dengan menggunakan cairan disenfektan dari PMI Kota Cilegon dan BPBD Kota Cilegon.

“Saya sudah konfirmasi ke Pak Erwin Harahap (Sekretaris Gugus Tugas Cilegon,red) agar ruangan IGD di semprot dengan menggunakan cairan disenfektan. Langkah penutupan IGD RSUD ini harus dilakukan mengingat ruang IGD harus dilakukan sterilisasi. Penutupan ruang IGD untuk sterilasi harus dilakukan, karena ini yang terpapar adalah internal di rumah sakit kami,” lanjutnya.

Selama 2 hari ditutup sementara, kata Mei, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan telah menyampaikan dan mensosialiasikan ke 8 puskesmas di Cilegon untuk merawat para pasien di ruang IGD  puskemsas.

“Jadi tadi pagi saya sudah rapatkan dengam tim puskesmas agar bisa merawat para warga yang membutuhkan ruangan IGD. Namun apabila ada pasein rujukan dari rumah sakit lain ke rumah sakit kami (RSUD Cilegon) tetap masih kita terima. Termasuk juga pasien yang akan rawat jalan pun tidak kami tolak keberadaan pasein tersebut,” katanya.

Disinggung mengenai kondisi tim medis di RSUD Cilegon yang terkonfirmasi Covid-19, Mei pun meminta kepada warga di Kota Cilegon untuk mendoakan para tim medis tersebut.

“Intinya kami minta doanya saja. Untuk total tim medis kami ada 55 orang itu sudah termasuk dokter spesialis, dokter umum dan dokter gigi. Sementara untuk perawat ada 230 perawat dan total semua karyawan sebanyak 900 orang,” ujarnya

Diketahui pada pemberitaan sebelumnya, selama dua hari terakhir mulai Kamis (11/6/2020) dan Jumat (12/6/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Cilegon naik signigikan. Pertambahan kasus baru positif Corona dalam dua hari sebanyak 18 orang.

Pertambahan kasus positif covid-19 pada Jumat (12/6/2020) sebanyak 11 orang diumumkan Juru Bicara Covid-19 Pemkot Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade dalam video conference. Aziz saat dikonfirmasi ulang menyatakan, 10 dari 11 kasus baru tersebut merupakan tenaga medis asal Cilegon yang bekerja di RSUD Cilegon.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani menyatakan, ada 12 perawat di RSUD Cilegon yang terkonfirmasi positif Corona. Kedua belas perawat ini diantaranya 5 orang warga Kota Cilegon, 5 orang warga Kabupaten Serang, 1 orang warga Kota Serang dan 1 orang warga Kabupaten Pandeglang.

Jika tenaga medis di RSUD Cilegon yang positif Covid-19 dijumlahkan baik berasal dari Cilegon dan luar Cilegon sebanyak 22 orang. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini