CILEGON, SSC – Untuk merealisasikan Pelabuhan Warnasari, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) melaksanakan groundbreaking pembangunan pergudangan. Pembangunan pergudangan ini dilaksanakan di lahan Warnasari seluas 5 hektar.
Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, pembangunan pergudangan merupakan satu bagian dari keseluruhan rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari. Pembangunan pergudangan ini dilaksanakan oleh PCM bekerja sama dengan PT Tirtasari Prima Terminal (TPT) selaku pihak swasta.

Edi menyatakan, pergudangan akan dibangun di lahan seluas 5 hektar dari total lahan Warnasari 45 hektar. Di lokasi akan dibangun fasilitas pergudangan baik penyimpanan kargo curah kering, tank storage untuk curah cair dan kargo umum.
“Pembangunannya oleh Tirtasari Prima Terminal dengan luas 5 hektar tahap pertama, karena ini kan sisi darat 35 hektar yang dikelola kita. Di dalam master plan kita itu ada, pemanfaatan lahan itu untuk apa saja. Seperti ini, pergudangan, ada tangki timbun dan storage untuk bahan bakar, air dan sebagainya,” ujar Edi.
Mengenai rencana pembangunan dermaga, trestle dan fasilitas lain Pelabuhan Warnasari, kata Edi, seluruh perizinan sedang dalam proses. Pihaknya hingga saat ini masih menunggu proses persetujuan izin dikeluarkan satu diantaranya Rencana Induk Pelabuhan (RIP) oleh KSOP Banten.
“Kalau izin prinsipnya udah ada. Tinggal menunggu izin dari sisi darat yang saat ini masih on proses. Seperti izin RIP (Rencana Induk Pelabuhan) dan sisi lautnya lagi diurus di KSOP (Kantor Kestahbandaran dan Otoritas Pelabuhan),” papar Edi.
Sementara itu, Direktur Utama PT PCM, Arief Rivai Madawi mengatakan terkait perizinan untuk memulai pembangunan pelabuhan tengah ditempuh oleh pihaknya. Terutama tentang penyelesaian RIP yang akan menjadi dasar perjanjian konsesi yang akan dilaksanakan PCM dengan Pemerintah Pusat lewat KSOP Banten.
“Sebetulnya perizinan ini hampir semuanya clear, tinggal konsesi. Kita ini sudah memfinalkan dokumen konsesi. Kami berharap konsesi disegerakan, karena perizinan-perizinan yang lain sudah ada. Termasuk juga RIP (Rencana Induk Pelabuhan) yang sedang berjalan di provinsi, dan kita masih menunggu,” pungkasnya. (*)

