20.1 C
New York
Sabtu, Mei 16, 2026
BerandaEkonomiCuaca Buruk, Harga Cabai dan Bawang Merah di Cilegon Makin Mahal

Cuaca Buruk, Harga Cabai dan Bawang Merah di Cilegon Makin Mahal

-

CILEGON, SSC – Imbas tingginya curah hujan menyebabkan produksi cabai semakin berkurang. Hal ini pun menyebabkan harga cabai di sejumlah pasar di Kota Cilegon semakin mahal.

Berdasarkan pantauan Selatsunda.com di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, harga cabe keriting merah sebelumnya perkilogram Rp 50.000 kini naik Rp 5.000 atau mencapai Rp 55.000. Harga cabai rawit merah sebelumnya Rp 95.000 kini sekitar Rp 105.000 perkilogram, cabai rawit hijau sebelumnya Rp 25.000 kini mencapai Rp 30.000 per kilogram  dan harga cabai hijau TW sebesar Rp 25.000 per kilo.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Tradisional Kranggot

Aceng Syarifudin menjelaskan, kenaikan harga berbagai komoditas disebabkan sejumlah daerah mengalami cuaca buruk.

“Kenaikan harga cabai beragam antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kg. Kenaikan harga berbagai macam cabai ini, karena, mengalami keterlambatan pengiriman akibat cuaca buruk,”’ kata Aceng kepada Selatsunda.com,” Jumat (19/2/2021)

Aceng menambahkan selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang sebelumnya Rp35.000 per kg naik menjadi Rp 37.000 hingga Rp 38.000. Sementara harga bawang putih bonggol naik dari Rp 30.000 kilogramnya menjadi Rp32.000 per kg.

Sementara itu, salah satu pedagang, Rusman mengaku, faktor yang mempengaruhi harga bumbu-bumbu naik dikarenakan saat ini memasuki musim penghujan. Karena saat curah hujan tinggi jumlah petani yang memanam cabai berkurang atau mereka baru mulai tanam.

Mahalnya harga cabai di tingkat pedagang selain pasokan barang yang kurang juga tingkat pembusukannya sangat tinggi. Sehingga pedagang baik pemasok maupun pedagang eceran meningkatkan harga untuk mengurangi kerugian yang cukup tinggi akibat pembusukan tersebut.

“Sekarang pembeli berkurang karena harga mahal, konsumen tertinggi saat kondisi seperti ini hanya mereka yang menggelar hajatan. Di luar itu pembelian hanya sedikit. Kalaupun konsumen beli cabai, itu pun kualitasnya agak busuk,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2