20.1 C
New York
Rabu, Juli 1, 2026
BerandaPemerintahanDidesak Tenaga Honorer, BPKAD Serang Minta Camat Ajukan Surat Perintah Bayar Honor

Didesak Tenaga Honorer, BPKAD Serang Minta Camat Ajukan Surat Perintah Bayar Honor

-

SERANG, SSC – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Wachyu Budi Kristiawan meminta seluruh camat se-Kota Serang agar menyerahkan surat perintah membayar (SPM) honor tenaga honorer yang ada di kelurahan.

Hal ini karena adanya desakan dari tenaga honorer atau tenaga harian lepas (THL) di 67 kelurahan yang ada di Kota Serang yang meminta honor segera dicairkan.

“Kalau hari ini mengajukan (SPM), paling lambat hari Senin cair. Saya sudah lapor Sekda, Sekda sudah setuju. Saya juga sudah share ke grup forum OPD bahwa para camat mulai hari ini silakan kirim SPM nya secara manual. Kalau kita terima hari ini, maksimal 2 hari dikerjakan. Ya Senin bisa cair,” katanya kepada awak media ditemui di Puspemkot Serang, Kamis (25/3/2021).

Wachyu pun mengelak bahwa Pemkot belum membayar honor dari tenaga honorer selama 3 bulan. Menurutnya, baru 2 bulan karena Maret belum selesai.

“2 bulan, kan Maret belum selesai. Kalau THL kan kerja dulu baru di bayar,” ujarnya.

Untuk alasan belum dibayarkan honor, katanya, karena terkendala perubahan sistem keuangan dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) ke Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Meskipun Pemkot Serang saat ini sudah menggunakan SIPD tapi untuk mencadangan data Pemkot pun menggunakan Simral. Sementara, untuk mempercepat proses pembayaran honor dari tenaga honorer, masih kata Wachyu, Pemkot akan menggunakan sistem manual.

“Selama ini kan SIPD karena melihat seperti ini (sistem belum benar) makanya manual dulu, nanti gampang di rekap ke SIPD nya,” terangnya.

Sebenarnya, pihaknya tidak ingin menjalankan sistem manual sebab rentan terjadi kesalahan. Tetapi tidak ada cara lain karena disisi lain SIPD pun belum sepenuhnya dapat digunakan.

“Kalau manual takut kececer, tidak terekam secara elektronik, riweh meuren (ribet kayanya). Alternatif terakhirnya begitu, sudah manual saja,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2