CILEGON, SSC – Tiga direksi PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) diputuskan Pemerintah Kota Cilegon diberhentikan dari jabatannya. Ketiganya yakni Direktur Utama, Arief Rivai Madawi, Direktur Operasional dan Komersil, Akmal Firmansyah dan Direktur Keuangan dan SDM, Budi Mulyadi.
Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, keputusan pemberhentian tersebut diambil mengigat masa jabatan ketiga direksi berakhir pada 24 April 2021 mendatang.
“Hari ini kita sudah menerima dan menyetujui pemberhentian ketiga direksi PT PCM. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Budi, Pak Arief dan Pak Akmal. Ketiga direksi ini tidak akan dilanjutkan kembali,” kata Helldy Agustian kepada awak media usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PCM di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (22/4/2021).
Untuk mengisi kekosongan jabatan dan roda usaha PCM tetap berjalan, kata Helldy, Pemkot menunjuk Manajer Keuangan PCM, Ridia Alqadrina sebagai Plt Dirut. Jabatan Komisaris juga diisi sementara oleh Inspektur Pemkot Cilegon, Epud Saefudin sebagai Pelaksana tugas harian (Plt).
Mengenai pengisian 3 jabatan direksi dan Komisaris yang akan definitif, lanjutnya, Pemkot akan melakukan seleksi terbuka (open bidding). Helldy soal itu juga telah menunjuk Sekda, Maman Mauludin sebagai Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel).
“Dalam RUPS juga, saya sudah tandatangani pembentukan tim pansel lelang jabatan untuk ketiga jabatan di PT PCM. Ketua tim pansel saya tunjuk Pak Sekda Cilegon, Maman Mauludin untuk rencana lelang jabatan terbuka (open bidding) Direksi dan Komisaris. Tim seleksi open bidding sudah kita bikin dan tanda tangan, dalam waktu dekat mungkin akan kita umumkan. Karena ini sudah sesuai dengan instruksi dari pusat ya. Komposisinya lima orang, ketuanya Pak Sekda,” tambahnya.
Terpisah, Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin membenarkan setelah dirinya ditunjuk oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk membentuk tim pansel. Tim pansel terdiri 5 orang, diantaranya dari unsur pemerintah dan unsur akademisi.
“Ada 5 orang tim pansel. Untuk Fit and Proper Test, kami (Tim Pansel) tidak melibatkan dari DPRD (Dewan Perwakilam Rakyat Daerah) Cilegon. Fit and Proper Test kami (Tim Pansel hanya dilakukan oleh tim pansel maupun dari walikota. Kami targetkan 1 bulan semua dewan direksi sudah terisi semua,” pungkasnya. (Ully/Red)

