20.1 C
New York
Sabtu, April 18, 2026
BerandaPeristiwaWarga Ngaku Kecewa Realisasi Kartu Cilegon Sejahtera Bukan Bantuan Cuma-cuma

Warga Ngaku Kecewa Realisasi Kartu Cilegon Sejahtera Bukan Bantuan Cuma-cuma

-

CILEGON, SSC – Realisasi program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang menjadi program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta begitu dinanti-nanti masyarakat Cilegon. Namun saat mendapat informasi realisasi KCS yang manfaatnya dikira akan menerima bantuan Rp 25 juta dengan cuma-cuma, sebagian warga yang menerima kartu tersebut saat Pilkada 2020 lalu tampak kecewa dan kaget.

Bambang Hartoyo, salah satu warga di Lingkungan Ciwaduk Gede, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon yang mengutarakan kekecewaannya. Sebagai penerima kartu, dia mengaku tidak memperoleh informasi detail soal KCS kala pilkada lalu.

Dia pun kecewa setelah mengetahui manfaat KCS bukanlah bantuan cuma-cuma. Seperti informasi yang diterimanya saat ini kalau KCS salah satu manfaatnya kepada pelaku UMKM berbentuk bantuan pinjaman.

Untik diketahui pada Senin (7/6/2021), Helldy-Sanuji dalam Kegiatan Capaian 100 Hari Pemkot Cilegon membagikan KCS secara simbolis kepada pelaku UMKM selaku penerima manfaat bantuan modal usaha. Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengatakan, program bantuan modal usaha kepada UMKM bukanlah bantuan hibah melainkan berbentuk pinjaman lunak dengan bunga 0 persen.

“Waktu itu hanya dijelaskan ini Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang dalam pemikiran saya untuk kesejahteraan masyarakat Cilegon, tidak ada bicara pinjaman, kirain ini cuma-cuma,” kata Hartoyo, Rabu (9/6/2021).

Semestinya, kata Hartoyo, informasi mengenai KCS sejak awal disampaikan kalau manfaat kartu berupa bantuan pinjaman.

“Kalau itu pinjaman mungkin untuk orang-orang susah gak bakal berani lah, ngapain. Taunya masyarakat ini dibantu yang gak sejahtera supaya sejahtera,” terangnya.

Hartoyo mengira, bantuan di dalam KCS sama seperti bantuan stimulus yang diberikan pemerintah pusat Rp 2,4 juta kala dibagikan saat pandemi.

“Waktu itu hanya dijelaskan Rp 25 juta bertahap. Kami berpikir sekarang musim pandemi ini kan ada bantuan dari pemerintah pusat, yang kami kira sama seperti itu dalam bentuk tunai,” ujarnya.

Dia sangat berharap dengan bantuan tersebut dan menunggu kelanjutannya. Pemerintah, harapnya lagi bisa segera merealisasikan janji itu dan memberitahu bagaimana cara mencairkannya.

“Kalau emang pinjaman yaudah buktikan, realisasikan, kami juga bingung gimana cara nyairinnya, gak ada kabar. Kalau gitu mah KCS itu artinya Kartu Cilegon sama saja, sama-sama sengsara. Mending gak usah janji, masyarakat gak butuh janji, butuhnya bukti,” ujarnya.

Warga Lingkungan Baru, Kelurahan Jombang Wetan, Evi juga bernada sama.
Ia baru mengetahui kalau bantuan KCS bukan cuma-cuma.

“Baru tahu ini dari om nya. Karena paham saya ya cuma-cuma. Kebetulan saya pilihnya UMKM, katanya kan dapet bantuan nih setahun 5 juta,” terangnya.

Dia sebelumnya mengaku sempat menanyakan kelanjutan manfaat KCS yang diberikan oleh tim sukses Helldy-Sanuji. Akan tetapi, ia kebingungan karena disuruh menunggu saja tanpa ada arahan yang jelas.

“Katanya ini kan baru beberapa bulan. Dibilang nunggu ya nungguin sih kan udah jadi, cuma kata timsesnya gitu ya sudah ngikutin saja,” ucap dia.

Sementara salah seorang warga di Lingkungan Citangkil, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Masrohah hanya bisa pasrah soal KCS.

“Saya juga belum tau terdaftar atau enggaknya, udah dikasih tahu suruh nge-klik linknya. Ya sudah ah biarin aja walaupun saya menunggu dan berharap. Kalau misalkan yang diharapkan terwujud ya syukur kalau enggak ya yaudah lah. Namanya itu mah milik-milikan. Udah gitu aja saya mah,” tungkas dia. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen