20.1 C
New York
Kamis, Juli 9, 2026
BerandaPemerintahanBulog Serang Sebut Harga Jual Beras di Cilegon Masih di Atas HET

Bulog Serang Sebut Harga Jual Beras di Cilegon Masih di Atas HET

-

CILEGON, SSC – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sub Divre Serang menyatakan Kota Cilegon merupakan kota dan kabupaten di Banten yang masih menjual beras di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) atau dijual dengan harga diluar yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

Pimpinan Bulog Sub Divre Serang Budhi Indrawan mengatakan, berdasarkan ketentuan yang dari Kementrian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Provinsi Banten, harga beras premium dijual dengan harga Rp 8.300 per kilogram dan beras medium dengan harga Rp 9.000 per kilogram. Tetapi, harga beras di Kota Cilegon untuk beras premium justru dijual dengan harga Rp 9.500-Rp 10.000 per kilogram dan beras medium Rp 11.000 hingga Rp 13.000 per kilogam.

“Kota Cilegon jauh lebih tinggi harga beras jika dibandingkan dengan Kabupaten Serang dan Kota Serang. Kenapa? Karena, Kota Cilegon merupakan kota industri jika dibandingkan dengan Kabupaten Serang dan Kota Serang yang masih bisa mengandalkan sektor pertaniannya,” kata Budhi kepada Selatsunda.com, Rabu (7/7/2021).

Oleh karena itu pihaknya tengah berupaya untuk menstabilkan harga komoditas dengan akan melakukan OP (Operasi Pasar) sehingga harga beras sesuai HET.

“Inilah yang kami (Bulog) lakukan agar harga beras di Kota Cilegon bisa sesuai dengan HET,” ujarnya.

Lanjut Budhi, Bulog terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pangan nasional dengan tetap tidak merugikan petani. Malahan, Bulog ingin membantu petani dengan menyerap hasil panen agar mereka untung dan cadangan beras pemerintah (CBP) bisa meningkat.

“Inilah upaya dari Bulog gimana harga beras tetap berada di HET. Dan kami meminta agar Pemkot Cilegon bisa bersama-sama untuk menekan harga beras sesuai dengan HET,” harapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kranggot, Aceng Syarifudin tak menampik jika harga beras yang dijual oleh para pedagang di Pasar Kranggot jauh lebih tinggi dari HET.

“Iyah benar memang untuk di Pasar Kranggot, beras yang dijual para pedagang di sini jauh lebih tinggi dari HET,” ujar Aceng.

Mahalnya harga beras yang dijual lantaran para pedagang mendapatkan pasokan beras dari wilayah Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Sumatera.

“Cilegon kan kota industri. Jadi tidak punya pertanian. Maka itu, harga beras di Cilegon jauh lebih mahal dari HET,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen