CILEGON, SSC – Komisi II DPRD Kota Cilegon menggerutu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. Para wakil rakyat saat sidak di RSUD sekitar pukul 07.00 WIB menemukan berbagai fasilitas dan penunjang medis mengalami kerusakan dan buruk.
Temuan itu seperti alat CT Scan rusak, pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi, lantai rusak, tidak adanya penyekat dalam ruangan pasien hingga banyak atap jebol di setiap ruangan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi mengaku, sejauh ini pelayanan yang diberikan dokter ataupun tenaga medis kepada pasien di RSUD sudah berjalan baik. Hanya saja jika dibandingkan dengan fasilitasnya sangatlah ironis.

Faturohmi mengingatkan, Walikota Cilegon Helldy Agustian jangan terlalu bermimpi menjadikan RSUD bertingkat lima lantai. Karena saat ini faktanya fasilitas yang ada malah banyakyang rusak dan tidak dibenahi.
“Dari hasil sidak kami tadi, alat CT Scan, pendingin ruangan, dan sarana prasarana medis yang lain sangat buruk dan sungguh memalukan. Kami mengingatkan Walikota Cilegon untuk tidak berandai-andai terkait rencanana pembangunan RSUD lima lantai. Tapi kita ingin fokus di RSUD ini harus dilengkapi. Salah satunya alat Scanning yang rusak karena banjir. Kita minta ini diperbaiki dan diadakan kembali,” kata Fatuhromi kepada awak media usai sidak, Rabu (1/12/2021).
Politisi Partai Gerindra ini mengaku sudah mengusulkan fasilitas yang rusak untuk diperbaiki. Namun ia mempertanyakan mengapa usulan tersebut malah dicoret dan seolah digagalkan oleh Pemkot Cilegon.
“Sebenarnya, kami sudah usulkan untuk dianggarkan, tetapi tidak tahu kenapa malah dicoret oleh Bappeda Cilegon,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan RSUD lima lantai tidak terlalu mendesak bila dibandingkan dengan sarana dan prasarana yang mustinya lebih diprioritaskan untuk diperbaiki.
“Kalau bangun gedung rumah sakit baru lima lantai, itu tidak mendesak, sebaiknya lengkapi sarana dan prasarana di RSUD Cilegon,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta. Ia mengatakan, lorong penghubung antar ruang rawat inap rusak.
“Lantai pecah-pecah, plafon jebol, ini harus dibenahi,” tutur Anggota DPRD dari Dapil Jombang Purwakarta ini.
Soal Walikota Helldy merencanakan akan membangun RSUD lima lantai, Ia meminta agar hal itu dapat dikaji kembali.
“Kalau untuk pembangunan Gedung RSUD lima lantai, harus dikaji lebih matang dulu,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Plt Direktur RSUD Cilegon Ujang Iing mengatakan, ada beberapa kegiatan pembenahan RSUD Cilegon yang disiapkan pihaknya pada APBD Perubahan 2021. Kegiatan itu yakni pembangunan instalasi gas medis.
“Kita 2022 ada efisiensi pembelian gas medis,” jelasnya.
Mengenai lantai rumah sakit yang rusak, kata Iing, hal itu terjadi karena karena banyak tabung oksigen didorong melalui lantai. Karena hal itu, lantai menjadi rusak. Ke depan, pola penggunaan oksigen medis yang menggunakan tabung akan diubah agar lebih efektif dan efisien.
“Lantai rusak karena tabung oksigen, ke depan oksigennya pakai instalasi bukan lagi tabung, jadi lantai bisa lebih awet. Kami memang sudah mengusulkan beberapa program, tetapi belum ada anggarannya,” ucapnya. (Ully/Red)

