ClLEGON, SSC – Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Cilegon Sutrisna Diana mengatakan, keterwakilan perempuan di dunia politik masih belum sesuai harapan. Itu dilihat dari belum terpenuhinya keterwakilan 30 persen perempuang di kursi anggota DPRD Cilegon.
Kata dia, keterwakilan perempuan yang duduk di DPRD Cilegon pada pileg 2019 lalu berjumlah 4 kursi. Ia menargetkan, untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dapat ditingkatkan menjadi 12 kursi.
“Jadi di Pileg 2024, kami akan mendorong keterwakilan perempuan di DPRD Cilegon mencapai 12 kursi dari sebelumnya hanya 4 kursi,” kata Sutrisna Diana kepada Selatsunda.com, Kamis (24/3/2022).
Diana menyatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan minimnya keterwakilan perempuan di dunia politik diantaranya faktor ekonomi dan tidak ada dukungan dari suami.
“Faktor seperti inilah yang harus di rubah. Hadirnya keterwakilan perempuan di dunia politik ini sangat penting. Sebab, dengan keberadaan perempuan ini akan mampu menyuarakan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dialami oleh perempuan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di Parlemen Cilegon terus melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan.
“Kedepan kami akan melakukan sosialiasi ke setiap kelurahan dan kecamatan di Kota Cilegon untuk mengajak kaum perempuan agar bisa berpartisipasi di dunia politik,” tambahnya.
Ia pun mengajak para perempuan agar tidak takut untuk terjun ke dunia politik. Menurutnya, asumsi bahwa dunia politik itu keras dan penuh ketidakadilan harus dibuang jauh-jauh, karena dengan politik, dapat mengubah kehidupan perempuan ke depannya.
“Mudah-mudahan kita bisa mengajak perempuan supaya jangan takut berpolitik, karena masih banyak momok bagi perempuan yang berpikiran politik itu adalah dunia keras dan tidak adil. Tetapi, apabila perempuan banyak yang peduli terhadap politik otomatis kehidupan perempuan akan lebih baik ke depannya,” ucapnya. (Ully/Red)

