20.1 C
New York
Rabu, Juli 1, 2026
BerandaPeristiwaDiberlakukan TSS, Pelaku Kepelabuhanan di Banten Diminta Gali Potensi Selat Sunda

Diberlakukan TSS, Pelaku Kepelabuhanan di Banten Diminta Gali Potensi Selat Sunda

-

CILEGON, SSC – Pelaku kepelabuhanan di Provinsi Banten yang juga masuk dalam perkumpulan Keluarga Besar Maritim Banten (KBMB) diminta dapat terus menggali potensi kemaritiman. Salah satunya yakni menggali potensi bisnis baru di jalur Selat Sunda.

Hal itu disampaikan oleh Pembina Keluarga Besar Maritim Banten, Barlet Silalahi saat kegiatan silaturahmi KBMB di Kota Cilegon, Selasa (29/3/2022).

Barlet yang juga Kepala KSOP Banten mengungkapkan, saat ini Selat Sunda telah diterapkan sebagai Traffic Separation Scheme (TSS) atau skema pemisahan jalur lalu lintas kapal. Dengan telah diterapkan sebagai TSS, Selat Sunda yang merupakan jalur internasional bagian Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) ini diminta dapat dimanfaatkan oleh pelaku kepelabuhanan di Banten untuk pengembangan potensi kemaritiman yan ada.

“Selat Sunda ini sudah menjadi TSS. Ini bisa dijadikan wadah baru untuk dikembangkan potensinya,” ujar Barlet dalam sambutannya.

Potensi di Selat Sunda, kata Barlet, terbuka untuk dikembangkan seiring tingginya lalu lintas kapal yang melintas. Pelaku kepelabuhan dengan melihat itu dapat menciptakan usaha baru dari yang saat ini sudah dijalankan.

“Jadi kita tinggal melihat usaha apa yang bisa dikembangkan. Kapal yang melintas disini kan butuh banyak kebutuhan semisalnya bahan bakar, air bersih, logistik, itu yang mungkin bisa dikembangkan,” terangnya.

Ia berharap, dengan terselenggaranya silaturahmi KBMB dapat membangun sinergitas dalam mengembangkan potensi di Banten.

“Dengan melihat lokasi Selat Sunda ini, kita bisa bersinergi. Karena di Banten ini masih banyak potensi yang perlu dikembangkan,” ujarnya.

Ketua Keluarga Besar Maritim Banten (KBMB), Agus Sutanto

Sementara, Ketua KBMB, Agus Sutanto yang juga Ketua INSA Banten berpandangan sama. Menurutnya, penerapan TSS di Selat Sunda bisa dimanfaatkan pelaku kepelabuhanan khususnya di Banten.

“Disitu kan ada potensi dua tempat yang dijadikan sebagai rest areanya di laut, di utara dan selatan. Kita bisa jualan bahan bakar minyak, dan kebutuhan kapal yang lain seperti logistik dan juga air tawar. Itu memang belum tersentuh dan menjadi PR kita untuk bisa dioptimalkan,” terangnya.

Ia menyatakan, dengan penerapan TSS di Selat Sunda dapat menjadi tantangan baru pelaku kepelabuhan di Banten. Tantangan ini memang tidak dapat dijalankan sendirian. Maka dari itu perlu kolaborasi seluruh pihak termasuk seluruh anggota KBMB.

“Target bisnis kita memang memakan banyak energi jadi kita tidak bisa sendirian. Kita harus kolaborasi. Kuncinya kita dalam KBMB butuh kesolidan anggota untuk bisa mengembangkan potensi di Banten ini,” ucapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2