20.1 C
New York
Jumat, Juli 10, 2026
BerandaPemerintahanBuntut Kasus Bullying Siswa SMPN, Walikota Helldy Peringatkan Seluruh Kepsek Lakukan Pembinaan

Buntut Kasus Bullying Siswa SMPN, Walikota Helldy Peringatkan Seluruh Kepsek Lakukan Pembinaan

-

CILEGON, Selatsunda.com – Kasus perundungan atau bullying sesama teman yang terjadi di SMPN 6 Kota Cilegon mendapat perhatian dari Walikota Cilegon, Helldy Agustian.  Orang nomor satu di Kota Cilegon ini mengatakan, kasus tersebut telah diselesaikan oleh pihak sekolah, pelaku dan korban.

Meski telah ada penyelesaian namun dengan adanya kejadian itu, Helldy mengimbau kepada seluruh kepala sekolah agar melakukan pembinaan dengan memonitoring akhlak dan kelakuan murid.

“Seluruh kepala sekolah agar bisa memonitoring melalui guru gurunya akhlak dan kelakuan seperti anak yang seperti itu,” kata Helldy saat ditemui awak media usai Rapat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Dinkes Cilegon, Senin (22/8/2022).

Namun jika sebaliknya kepala sekolah tidak dapat menjalankan pembinaan, maka ia akan mempertimbangkan untuk melakukan mutasi.

“Kalau seumpamanya kepala sekolahnya tidak layak dibina, kita akan perhitungkan atau mutasi,” terangnya.

Politisi Partai Berkarya juga mengajak kepada seluruh orang tua untuk tetap mengawasi perilaku anaknya.

“Orang tua juga wajib mengawasi perilaku anak-anaknya. Karena semua tidak mutlak pengawasan menjadi tanggung jawab guru atau kepsek. Tapi minimal yang bertanggung jawab di wilayah tersebut adalah kepala sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Seketaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Suhendi mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pembinaan kepada 50 kepala sekolah terkait dengan masalah perundungan/bully, intoleransi dan seksual.

“Pasti dalam waktu dekat ini kamu (Dindikbud) akan menggelar pembinaan tersebut untuk seluruh kepsek. Saat ini kan Bu Kadis (Heni Anita Susila) sedang melakukan umrah mungkin akhir-akhir minggu ini lah,” ujar Suhendi.

Mantan Kabid SMP pada Dindik Cilegon ini juga meminta agar pihak sekolah untuk membuat program-program yang lebih menekankan rasa kebersamaan antar siswa serta pendidikan peningkatan karakter pada siswa.

“Yang terpenting sokolah-sekolah ini ada program rutin dan nyata agar anak-anak menghindari hal-hal tentang bullying atau perundungan,” pungkas Suhendi. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen