CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon akan menjalankan program bantuan sosial kepada 1.789 anak yatim piatu. Bantuan tersebut direncanakan akan disalurkan pada 2023 mendatang.
“Jadi selama 2021-2022 itu kan kami (Dinsos Cilegon) melakukan verifikasi lapangan memastikan 2.700 anak yatim piatu itu layak atau tidak menerima bantuan. Dari hasil verifikasi itu yang layak menerima bantuan hanya 1.789 calon penerima bantuan. Di mana, masing-masing anak akan menerima bantuan senilai Rp 1,2 juta selama pertahun untuk 1x pencairan,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Nurfatmah saat ditemui di kantornya, Selasa (23/8/2022).
Nurfatmah menjelaskan, verifikasi lapangan data anak yatim dilakukan agar calon penerima tepat sasaran. Salah satunya melakukan verifikasi apakah telah diadopsi atau tidaknya calon penerima oleh orang tua sambung yang memiliki penghasilan tinggi. Kemudian perlunya verifikasi agar bantuan yang diberikan tidak terjadi ganda dengan baik dari provinsi ataupun pusat.
“Nanti di Maret atau April 2023 akan di verfal kembali oleh petugas pendamping dari Dinsos. Apakah nanti total 1.789 anak ini masih layak atau tidak menerima bantuan tersebut. Jadi tidak boleh double penyaluran bantuan. Jika benar dari total 1.789 anak ini ada yang sudah menerima bantuan dari provinsi atau pusat otomatis data tersebut akan berkurang,” ujar Nurfatmah.
Mantan Kadis Dinas Perpustakaan Kota Cilegon, untuk anggaran yang telah disiapkan untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos) untuk 1.789 anak yatim piatu senilai Rp 2,15 miliar.
“Jadi kita sudah anggarkan dari APBD 2023 Kota Cilegon sebesar Rp Rp 2,15 miliar. Adapun kriteria penerima bantuan tersebut, yakni, mereka tinggal bersama ibu tunggal, anak terlantar (anak yang dipelihara oleh orang lain (bapa dan ibu sudah meninggal dunia) serta maksimal usia penerima 16 tahun,” bebernya.
Menurutnya dengan, program yang dirancang khusus bagi anak yatim ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi meski dalam situasi sulit. (Ully/Red)

