CILEGON, Selatsunda.com – TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten akan turun ke nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi kecelakaan laut. Hal ini disampaikan Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Dedi Komarudin setelah mengetahui cuaca di Perairan Provinsi Banten belakangan ini tidak stabil.
Danlanal Dedi menyatakan, sejauh ini cuaca di Perairan Banten dari informasi yang diterima pihaknya dari BMKG dalam kondisi ektrem. Cuaca di perairan disertai dengan gelombang tinggi. Untuk mencegah kecelakaan laut terjadi, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke nelayan lewat Pos AL (posal) yang ada di Banten.
“Kita laksanakan (sosialisasi) di Posal-posal. Karena dalam waktu dekat, tanggal 5 sampai tanggal 7 oktober ini, cuaca mulai agak memburuk. Kalau kita lihat di BMKG, ombak agak tinggi sekali,” kata Danlanal saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Cilegon, Kamis (6/10/2022).
Danlanal menyatakan, pihaknya untuk mengantisipasi itu juga akan intens koordinasi dengan institusi lainnya. Baik Basarnas Banten, BMKG dan lainnya.
“Kalau memang (cuaca ekstrem) membahayakan nelayan ke laut, kita lihat kerja sama dengan instansi-instansi samping juga,” ujarnya.
Sejauh ini, kata Danlanal, kecelakaan laut akibat cuaca ektrem belum terjadi. Ia berharap, hal itu juga jangan sampai terjadi. Apabila terjadi, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan instansi lainnya untuk antisipasi. Seperti kejadian kapal penangkap ikan yang terbakar di Pulau Sangiang, Anyer, beberapa waktu lalu.
“Sejauh ini belum ada. Mudah-mudahan tidak ada sampai kedepan. Kalau pun misalnya ada kecelakaan, kita cepat segera antisipasi. Kayak kemarin di wilayah Anyer, langsung keita kerja sama dengan Basarnas, Polairud Banten juga langsung lakukan evakuasi,” ungkap Danlanal. (Ully/Red)

