CILEGON, Selatsunda.com – Manajemen PT Indofero di Kota Cilegon memberi penjelasan terkait adanya kejadian di salah satu area pabrik yang dilaporkan terbakar, Kamis (10/11/2022) sekitar pukul 21.20 WIB.
Perwakilan Manajemen PT Indofero, David Cornelius mengatakan, kejadian tersebut terjadi di Area Pengolahan Sisa Material Nikel atau Slag Nikel. David menjelaskan, kejadian semalam terjadi saat bersamaan dibukanya tap hole, tempat dikeluarkannya cairan slag. Di mana tap hole yang mengeluarkan cairan slag biasa dibuka tiap 4 sampai 6 jam.
Saat dibuka dan cairan slag mengalir, kata David, diduga terdapat retakan disamping tap hole. Akibat dorongan slag keluar itu dan terdapat retakan, tap hole yang retak menjadi lubang besar. Akibat itupun sebagian cairan slag keluar dari area penampang pendinginan slag.
“Kejadian semalam adalah bersamaan dengan dibukanya tap-hole untuk keluarkan slag panas cair. Karena ada dorongan dari dalam yang mengarah keluar, retakan dipinggiran tap-hole jadi membuat lubang lebih besar dari yang seharusnya,” ujar David dikonfirmasi, Jumat (11/11/2022).
“Kejadiannya tiba-tiba dan hanya karena sedikit retakan disamping tap-hole keluaran slag ada retak lalu pecah yang mengakibatkan lobang tap-hole membesar & aliran slag cair sebagian keluar dari area penampang pendinginan slag,” sambungnya.
Sebagian cairan slag yang keluar, kata David, diduga memantik adanya api karena ada pertemuan cairan dengan unsur lainnya di area penampang pendinginan slag tersebut.
Ia menyatakan, pihaknya dengan adanya kejadian tersebut langsung menghentikan proses pengolahan slag di area itu.
Diharapkan pihaknya setelah melakukan perbaikan, pengolahan slag bisa beroperasi kembali.
“Ditempat larinya slag menimbulkan api karena adanya pasir/tanah/unsur lain, tapi tidak kemana-mana hanya dilantai itu saja. Smelter yang tap-hole-nya melebar langsung di-off kan untuk diperbaiki, perbaikan minor,” tuturnya.
“Diharapkan dalam waktu segera dapat langsung beroperasi kembali,” pungkasnya. (Ronald/Red)

