CILEGON, SSC – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Merak memastikan tidak ada melayani penjualan tiket penyeberangan di Pelabuhan Merak saat Nataru 2022 nanti. Hal ini diberlakukan untuk mengatisipasi terjadinya penumpukan kendaraan saat masuk ke Pelabuhan Merak.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno menghimbau kepada masyarakat untuk membeli tiket sehari sebelum keberangkatan dilakukan.
“Kami imbau agar masyarakat bisa mempunyai tiket sehari sebelum akan menyebrang. Jadi, tidak ada lagi sehari mau berangkat mencari-cari tiket untuk menyebrang,” kata Hendro usai melakukan rapat Koordinasi Persiapan Nataru di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Rabu (7/12/2022).
Ia meminta agar masyarakat bisa membeli tiket penyebrangan melalui website Ferizi.com atau bisa dibeli di toko swalayan yang menjual tiket penyebrangan.
“Jadi tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Jadi masyarakat yang akan menyeberang itu datang ke pelabuhan sudah membawa tiket. Kalau lewat jalan tol yang dari Jakarta nanti bisa beli atau mendapatkan tiket di test area KM 13 , rest area KM 43 dan rest area KM 68. Untuk di jalan arteri nanti disiapkan bagi masyarakat kita untuk membeli tiket. Di Lampung juga begitu, di rest area tertentu akan disiapkan tempat pembelian tiket. Jadi tidak ada pembelian tiket di pelabuhan dan pelabuhan tidak menyediakan loket untuk membeli tiket,” ujarnya.
Senada dengan Hendro, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi menuturkan, untuk memastikan calon penumpang memiliki tiket atau belum memiliki tiket, akan bisa terlihat dari penempelan stiker resmi yang akan ditempel di kendaraan milik penumpang.
“Kalau kendaraan yang tidak memiliki stiker resmi dari kami, otomatis tidak boleh memasuki pelabuhan dan tidak boleh menyebrang. Jadi, pastikan semua penumpang sudah memiliki tiket untuk menyebrang sehari sebelum keberangkatan. Karena pada hari puncak, otomatis tiket akan habis,” papar Ira.
Untuk memastikan dan mengecek kendaraan telah berstiker, sambung Ira, pihaknya akan bekerjasama dengan para regulator (Kemenhub dan Kepolisian) yang akan memantau di setiap rest area yang sudah dipersiapkan.
“Nanti akan kami filter kendaraan-kendaraan mana saja yang sudah dipasangi stiker,” ujar Ira.
Ira memprediksi puncak mudik saat Nataru 2022 akan terjadi pada Jumat (23/12/2022), Sabtu (24/12/2022) hingga Minggu (25/12/2022) dan arus balik diperkirakan pada Jumat (30/12/2022) hingga Sabtu (31/12/2022) mendatang.
“Untuk puncak arus balik sendiri kita prediksi akan terjadi pada Minggu (1/1/2023) hingga Senin (2/1/2023) mendatang,” pungkasnya. (Ully/red).

