CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian akan melarang truk-truk yang bermuatan lebih dan over dimensi (ODOL) melintas Jalan Lingkar Selatan (JLS) pada tujuh hari sebelum (H-7) Lebaran. Sehubungan dengan JLS akan menjadi akses jalan menuju Pelabuhan Ciwandan pada Arus Mudik Lebaran 2023 ini. Hal ini disampaikannya saat melakukan pengecekan perbaikan jembatan dan jalan di JLS, Sabtu (1/4/2023).
Walikota Helldy menjelaskan, pihaknya menargetkan JLS yang saat ini tengah diperbaiki dapat rampung paling cepat sepuluh hari sebelum (H-10) Lebaran atau paling lambat lima hari sebelum (H-5) sebelum Lebaran. Agar jalan yang diperbaiki dan tidak kembali rusak, pihaknya akan melarang truk ODOL melintas di JLS mulai H-7 Lebaran.
“Kita tadi barusan bicara akan dimatangkan lagi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon untuk berbicara dengan pihak kepolisian. Karena perbaikan JLS ini harus sudah selesai paling cepat 10 hari sebelum Lebaran atau paling lambat 5 hari sebelum Lebaran. Maka di H-7 tidak boleh lagi ada truk-truk besar terutama truk-truk pasir yang melebihi tonase” kata Helldy kepada awak media usai ditemui usai melakukan pengawasan perbaikan JLS.
Pernyataan itu disampaikan Helldy, agar JLS yang sedang diperbaiki tetap terjaga baik dengan tujuan dapat dilintasi pemudik. Jika diperlukan, Ia meminta petugas Dishub melakukan buka tutup JLS dengan menggunakan portal sambil melakukan sosialisasi.
“Maka tadi saya sampaikan kalau bisa pakai saja portal supaya ada yang jaga, buka tutup. Nanti ini tugas dari pada Dishub, supaya sambil sosialisasi,” ujar Helldy.
Helldy mengungkapkan, perbaikan JLS yang dilakukan saat ini bersumber dari dana patungan industri di Kota Cilegon lewat Forum Industri Peduli JLS. Karena Pemkot Cilegon terbatas oleh anggaran.
Sampai saat ini dari bantuan sumbangan sukarela industri yang telah terhimpun, sebanyak 8 titik jembatan telah diperbaiki.
“Sekarang total jembatan 8 titik. 4 titik sudah baik dan 4 lagi sekarang akan dipoles, pengaspalan, dan lainnya. Intinya adalah tidak boleh ada yang berlubang agar supaya orang-orang yang pulang kampung itu lebih mudah,” ucapnya.
Politisi Partai Gerindra ini menerangkan, perbaikan yang dilakukan dengan bantuan dana partisipasi industri bersifat sementara dalam menghadapi Arus Mudik Lebaran. Perbaikan menyeluruh secara jangka panjang, Pemkot sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten. Diperkirakan perbaikan menyeluruh JLS akan dilakukan pada Mei 2023 mendatang setelah arus mudik dan balik Lebaran selesai.
“Kami sudah melakukan beberapa rapat melalui BPJN, kita dapat dana Inpres kurang lebih Rp 127 miliar, itu baru terealisasikan di bulan Mei. Maka sehubungan dengan hal tersebut, karena memang anggaran Pemkot Cilegon juga tidak maksimal, kami berupaya untuk menutupi semua lubang yang ada maka kami mengundang industri yaitu Forum Industri Peduli JLS dan semuanya itu harus tidak ada jalan berlubang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Helldy menyampaikan terima kasih kepada seluruh industri yang telah berpartisipasi membantu pemerintah memperbaiki JLS. Karena dalam membangun Kota Cilegon seperti memperbaiki JLS perlu dilakukan bersama-sama.
“Seperti yang saya sampaikan kepedulian industri, bahwa kita dalam membangun Cilegon ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus bareng-bareng,” tuturnya.
Sementara itu, Bendahara Forum Industri Peduli JLS, M Chanief Yuniatmoko menyampaikan sejauh ini sudah ada tiga perusahaan yang berpartisipasi mengumpulkan dana perbaikan JLS.
“Sejauh ini dana sudah terkumpul Rp 290 juta. Sekarang baru tiga industri, tapi yang komitmen sudah ada beberapa, tapi mungkin realisasinya baru minggu depan,” katanya.
Chanief mengungkapkan bahwa Forum Industri Peduli JLS mengharapkan target dana perbaikan JLS bisa terkumpul mencapai Rp2,5 miliar. Sejak sepekan lalu, pihaknya telah menyurati industri dan juga termasuk para pengusaha tambang pasir di sekitar JLS untuk berpartisipasi. Ia menyatakan, permohonan bantuan itu sifatnya partisipasi dan mengharapkan agar bisa sama-sama memperbaiki JLS.
“Selain industri, kami juga mengikut sertakan pengusaha truk pasir juga untuk membantu pembiayaan perbaikan JLS. Sudah kirim surat seminggu yang lalu. Pengusaha truk pasir ada 25-40,” terangnya.
“Jadi harapannya Rp 2,5 miliar, sesuai kebutuhannya. Karena ini kan sifatnya partisipasi, jadi lebih persuasif untuk mereka bisa membantu. Karena tidak ada pemaksaan. Jadi kalau kita kasih contoh jalan sudah bagus, mungkin mereka akan membantu (berpartisipasi),” pungkasnya. (Ully/Red)

