20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPemerintahanPengumuman SPMB Tingkat SD dan SMP Diumumkan Besok, Dindikbud Cilegon Siapkan Pos...

Pengumuman SPMB Tingkat SD dan SMP Diumumkan Besok, Dindikbud Cilegon Siapkan Pos Pengaduan

-

CILEGON, SSC – Pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP 2025 akan diumumkan pada Selasa (24/6/2025). Untuk mengantisipasi keributan dari orang tua akibat tidak puas dari pengumuman SPMB tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, membuka pos pengaduan yang di Kantor Dindikbud Cilegon.

“Kami akan menerima keluhan, curhat atau protes dari orang tua apabila mau melaporkan atau keluhan hasil pengumuman SPMB tersebut. Orang tua bisa datang ke kantor dan bisa bertemu dengan sekdis pendidikan, kabid pendidikan atau bisa ketemu dengan kepala dinas,” kata Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, Senin (23/6/2025)

Heni tak menampik setiap tahunnya Dindikbud Cilegon selalu menerima banyak keluhan dari orang tua yang anaknya tidak diterima di sekolah yang didaftarkan.

“Yah pasti setiap tahun ada yang enggak puas dari hasil pengumuman. Tapi itu hal yang lumbrah terjadi. Tapi, nanti kami instruksikan sekolah-sekolah di Cilegon untuk menjelaskan kenapa calon peserta tersebut tidak diterima di sekolah yang didaftarkan,” ujar Heni.

Diketahui, untuk pelaksanaan PPDB jenjang SD Negeri dimulai pada 19-22 Juni dan pada tanggal 23 untuk pengumuman secara online.

“Jadi masa verifikasi berkas sampai tanggal 22 Juni. Walaupun online juga nanti untuk berkasnya tetap di cek keasliannya di sekolah yang dituju,” katanya.

Sedangkan untuk jenjang SMP Negeri pelaksanaan PPDB 2023 dibagi dua gelombang. Untuk jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua dan prestasi dibuka tanggal 19 hingga 21 Juni dan hasilnya diumumkan pada 23 Juni. Sedangkan untuk zonasi dibuka pada 26 Juni 2023.

“Jadi untuk SMP Negeri ada dua gelombang. Adapun untuk kuota persentasinya adalah zonasi 50 persen, perpindahan tugas orang tua 5 persen, afirmasi 15 persen dan prestasi 30 persen,” jelas Heni.

Berdasarkan data, saat ini di Kota Cilegon terdapat 149 SD Negeri dan 16 SMP Negeri. Kemudian jika ada sekolah di wilayahnya kurang bagus sinyalnya, seperti di Watulawang dan Gunung Batur, masyarakat bisa langsung datang ke sekolahnya.

“Kita tetap menerapkan daring tetapi jika terkendala mungkin bisa langsung ke sekolah bisa dibantu. Pokoknya pelayanan tetap dibuat semudah mungkin,” ucapnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen