CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon kembali mengadakan kegiatan afternoon tea dengan sejumlah industri di wilayah Grogol dan Pulomerak. Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo didampingi Seketaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin dan sejumlah kepala OPD.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo mengatakan, dalam pertemuan itu, Pemkot menawarkan skema kolaboratif antara dunia industri dengan dunia pendidikan. Konsep kolaboratif dengan industri ini, kata Fajar dinamai konsep ‘Bapak Asuh Industri untuk Sekolah’.
“Kita tadi lebih banyak membicarakan perusahaan asuh atau bapak asuh. Jadi nanti 1 perusahaan membantu 1 sekolah atau 2 sekolah itu kan luar biasa,” kata Fajar kepada Selatsunda.com usai kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Selasa (24/6/2025).
Selama ini, kata Fajar, dukungan kepada dunia pendidikan telah banyak ditunjukkan industri. Seperti yang dilakukan salah satu industri yang hadir di pertemuan tersebut yakni PT Dover Chemical berkontribusi dalam membantu SD Negeri di Sumur Wuluh.
“Itu bagus. Kenapa tidak kita perluas dengan melibatkan lebih banyak perusahaan. Karena kalau mengandalkan APBD, kita tidak akan kuat,” ujarnya.
Dukungan industri kepada Pemkot, lanjut Fajar, nantinya akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan sekolah mulai dari infrastruktur, fasilitas belajar, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan dukungan dari industri ini, sambung Fajar, Pemkot Cilegon akan lebih terbantu dalam menyelesaikan permasalahan sarana dan prasarana baik sekolah TK, SD dan SMP. Karena selama ini, dalam memperbaiki sarana dan prasana di sekolah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Selain itu, proses pengajuan penganggaran sulit ditempuh bahkan butuh jasa konsultan.
Ia mengaku bersyukur, konsep yang ditawarkan dapat diterima oleh industri.
“Kita menghindari oknum-oknum seperti itu ya. Jadi gagasan kami ini alhamdullilah di terima oleh mereka,” terangnya.
Fajar menjelaskan bahwa langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi yang berkembang dalam forum tersebut.
“Kita kumpulkan dulu semua industri yang ada di Cilegon, khususnya di daerah padat industri seperti Grogol, Ciwandan, dan Pulomerak. Kita uji coba dulu sebagai pilot project,” ujarnya.
Politisi PPP ini mengaku, untuk percontohan awal akan dilakukan di wilayah Grogol, Ciwandan dan Pulomerak. Yang mana, wilayah tersebut bukanlah wilayah padat karya melainkan padat modal.
“Cuman di Grogol kan ada kawasan industri nah mungkin kita disana dulu karena isunya di kawasan industri. Jadi mereka nantinya yang memilih sekolah tersebut,” jelas Fajar. (Ully/Red)

