20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPeristiwaBahas Realisasi Semester I APBD 2025, DPRD Kota Cilegon Sorot Serapan Belanja...

Bahas Realisasi Semester I APBD 2025, DPRD Kota Cilegon Sorot Serapan Belanja Daerah Rendah Hingga Permasalahan Kranggot

-

CILEGON, SSC – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon mengadakan rapat gabungan dengan Pemkot Cilegon membahas terkait laporan realisasi Semester I APBD Tahun 2025 di Aula DPRD, Rabu (23/7/2025). Dalam pembahasan itu, sejumlah hal disorot. Beberapa diantaranya terkait dengan serapan belanja daerah yang masih rendah, pengoptimalan pendapatan asli daerah (PAD) hingga permasalahan di Pasar Kranggot.

Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon, Sokhidin mengatakan, pada Semester I APBD 2025, pendapatan daerah terealisasi 49 persen dan belanja daerah 39 persen. Menurutnya, capaian pendapatan dan belanja daerah terdapat ketimpangan.

“Salah satu yang kita soroti, betul terkait serapan. Jadi kalau untuk pendapatan, tadi kan sudah tercapai 49 persen. Cuman untuk realisasi belanja daerah baru 39 persen. Disini kan ada ketimpangan,” ujar Sokhidin.

Sokhidin menjelaskan, masih rendahnya serapan anggaran itu dikarenakan beberapa hal. Pertama, untuk menggeser anggaran terkendala dengan penerapan sistem baru LPSE.
Kemudian kedua, OPD belum optimal menyerap anggaran karena masih hati-hati melaksanakan kegiatan. Banyaknya kegiatan yang belum dilaksanakan karena menyelaraskan dengan kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

“Sekarang agak lambat memang untuk mentransfer, menggeser anggaran itu karena menggunakan sistem LPSE. Itu yang kita soroti, diataranya keterlambatan itu,” ucapnya.

“Kedua beberapa OPD masih hati -hati dalam melaksanakan kegiatan. Dengan adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi, jadi mash ada keraguan untuk melangkah, untuk melakukan program yang dijalankan. Mereka khawatir, program yang dijalankan termasuk program yang diefisiensikan,” paparnya.

Sokhidin menepis ketimpangan realisasi pendapatan dan serapan belanja itu terjadi karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, bilamana terjadi keterbatasan anggaran maka pendapatan daerah yang diperoleh rendah. Namun hal ini malah sebaliknya pendapatan daerah tercapai 49 persen.

“Yang saya katakana tadi itu, reguasi baru LPSE ini yang agak menghambat dan OPD yang hati-hati untuk melangkah,” terangnya.

Selain serapan anggaran rendah, kata Sokhidin, Banggar juga menyorot upaya Pemkot untuk meningkatkan PAD. Memang, kata Sokhidin karena adanya Inpres efisiensi anggaran berdampak pada pendapatan daerah pada Dana Transfer dari Pemerintah Pusat. Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada Pemkot untuk mencari PAD yang baru.

“Untuk menutupinya kita sarankan untuk TAPD membuat terobosan apa yang bisa digali dengan potensi PAD yang baru,” terangnya.

Banggar, kata Sokhidin, juga menyorot soal penanganan sampah dan masalah perparkiran di Pasar Kranggot. Beberapa kebocoran PAD yang terjadi di Kranggot, kata Sokhidin, harus diawasi bersama-sama.

“Tentun ini akan menadi masukan dan evaluasi capaian pendapatan dan realisasi belanja di Semester II. Karena ini kan evaluasi Semester I, jadi harus dijalankan dan dievaluasi ke penerapan yang akan dijalankan di Semester II,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Banggar yang telah banyak memberikan saran dan masukan kepada Pemkot Cilegon. Fajar mengatakan, beberapa masukan itu diantaranya menyangkut penanganan masalah sampah dan parkir di Pasar Kranggot.

“Tadi diskusinya bicara bagaiamana kita agreasif lagi. Karena ada kebocoran seperti kemarin di parkir, dan banyak masukan dari Wakil Pimpinan DPRD, dan dewan lain mengingatkan soal parkir dan sampah di LH,” ucapnya.

Terkait masih belum maksimalnya serapan anggaran maupun pendapatan, diakui Fajar, memang dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran. Belum optimalnya serapan anggaran itu juga karena Pemkot harus menyelaraskan dengan program Pemerintah Pusat.

“Mau penyerapan belanja atau pendapatan juga, ini memang (kebijakan) efisiensi berpengaruh. Tambah juga banyak sekali program dari Pusat, yang kita wajib melasanakan, seperti sekolah raktyat, MBG dan lainnya,” terangnya.

Terkait ada dorongan Banggar agar Pemkot mengoptimalkan PAD, hal itu dibenarkannya. Oleh karenanya, Ia meinta agar OPD lebih agresif meningkatan potensi PAD.

“Maka dari itu memang kita tegaskan, teman-teman lebih agrasif lagi melihat potensi. Jangan sampai kita berpikir inovasi untuk PAD baru, tapi yang disini tidak kita pikirkan. Seperti contoh di Pasar Kranggot, bisa dioptimalkan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.