20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPeristiwaKetua DPRD Cilegon Tanggapi Walikota Robinsar Belum Putuskan Sistem Perparkiran di Pasar...

Ketua DPRD Cilegon Tanggapi Walikota Robinsar Belum Putuskan Sistem Perparkiran di Pasar Kranggot: Harus Hati-hati

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Robinsar belum memutuskan akan menerapkan sistem retribusi parkir atau pajak parkir untuk pengelolaan perparkiran di Pasar Kranggot. Sementara hasil kajian potensi pendapatan asli daerah dari sektor perparkiran telah dihitung oleh Satuan Petugas (Satgas) pendapatan asli daerah (PAD).

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan mengatakan, dalam memutuskan hal tersebut, Walikota Robinsar harus membuat keputusan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai saat pelaksanaan pengelolaan perparkiran di Pasar Kranggot, malah terdapat kerawanan. Karena seluruh keputusan yang dibuat harus dipertanggungjawabkan.

RIzki mengungkapkan sepandangan dengan Walikota Robinsar tidak cepat memutuskan. Kajian perlu dilakukan lebih komprehensif.

“Yang jelas Walikota harus mempunyai unsur kehati-hatian, terhadap proses pelaksanaan ini jangan sampai nanti tingkat kerawanan yang lebih tinggi ketika memang berkaitan dengan pemungutan retribusi ini, yang teknisnya belum siap. Ini kan kita khawatir, ini masuk ke PAD, ini harus dipertanggungjawabkan, harus tepat pendekatannya seperti apa,” ungkap Rizki kepada media ditemui di DPRD Cilegon, Rabu (23/7/2025).

“Saya sependapat lah dengan walikota, harus dikaji secara komprehensif,” sambungnya.

Rizki menyatakan, meski belum mendapat laporan dari Satgas PAD secara resmi tentang perhitungan potensi PAD sektor perpakiran di Pasar Kranggot, prinsipnya DPRD mendorong agar Pemkot bisa meningkatkan dan mengoptimalkan seluruh potensi PAD. Ia pun mendorong agar kedepan dalam pengelolaan perparkiran di Pasar Kranggot dapat dilakukan dengan sistem digitalisasi.

“Makanya kalau bisa kedepan harus ada sistem digitalisasi berkaitan dengan perekaman retribusi maupun pajak. Supaya kita tahu rodmapnya seperti apa,” ucapnya.

Rizki mengaku, pihaknya akan menelaah terlebih dahulu hasil kajian potensi PAD sektor perparkiran yang dihitung Satgas PAD. Penelaahan itu perlu untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pengelolaan perparkiran akan dilakukan. Hal itu demi meminimalisir kebocoran.

“Kita kan harus tahu juga hasil kajiannya secara komprehensif seperti apa. Nanti baru tahu apakah disitu, apakah memang, oh ternyata, berdasarkan hasil kajiannnya, rektribusi ini lebih meyakinkan untuk pad pasar kranggot. Tetapi disitu harus ditelaah lebih lanjut, sistem pungutannya seperti apa, perekamannya seperti apa, kalau bisa semua bisa tergitalisasi meminimalisir kebocoran,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Walikota Cilegon menanggapi hasil perhitungan potensi perparkiran yang dilakukan oleh Satuan Petugas (Satgas) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Cilegon. Diketahui, pada kesimpulan sementara Satgas PAD, hasil perhitungan potensi PAD parkir di Pasar Kranggot melalui retribusi parkir jauh lebih besar dari pajak parkir.

Mengenai hal itu, Walikota Robinsar mengungkapkan, pada intinya semua potensi PAD perpakiran dasarnya adalah perhitungan. Tinggal bagaimana memilih yang lebih efektif pelaksanaannya di lapangan.

“Nanti kita memastikan dahulu semua. Tapi intinya semua, dasarnya ada hitungannya. Tinggal kita mana yang lebih efektif. Itu semua hitungan, tinggal pelaksanaan di lapangan,” ujar Robinsar, Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Selasa (22/7/2025).

Robinsar menyatakan, mengapa perlu mempertimbangkan pelaksanaan di lapangan. Karena saat pelaksanaan agak sulit diprediksi. Menurutnya, kuncinya yakni memilih yang lebih mudah dan konsisten.

“Karena pelaksanaan ini agak-agak yang sulit diprediksi. Makanya mana yang lebih mudah dan konsisten, itu kuncinya,” ucapnya.

“Yang penting keuntungan untuk Pemkot dalam rangka PAD, itu pasti. Itu yang kita prioritaskan,” bebernya.

Ditanya akankah tetap melakukan sistem pajak parkir sebagaimana rencananya melakukan lelang kepada pihak ketiga sementara perhitungan PAD rektribusi parkir lebih besar, Robinsar kembali mengungkapkan, prisipnya mana yang lebih potensial dan menguntungkan, itu yang diprioritaskan.

“Pokoknya mana yang lebih potensial, mana yang lebih menguntungkan, itu yang dipriroitaskan. Kalau memang hitungannya lebih bagus yang mana, nggak ada salahnya, yang penting jelas pendapatannya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.