20.1 C
New York
Senin, Juli 27, 2026
BerandaPeristiwaSejumlah Mesin Pengolahan Sampah di Pabrik BBJP TPSA Bagendung Rusak Butuh Diperbaiki

Sejumlah Mesin Pengolahan Sampah di Pabrik BBJP TPSA Bagendung Rusak Butuh Diperbaiki

-

CILEGON, SSC – Sejumlah mesin pengolahan sampah di Pabrik Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon mengalami kerusakan. Mesin itu rusak karena sejak beroperasi belum ada perawatan.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi pada Jumat (25/7/2025), petugas terlihat tengah menyiapkan material sampah organik untuk diproses. Sebagian petugas lainya terlihat mencacah halus BBJP yang dihasilkan.

Terlihat di tengah area pabrik terdapat tiga mesin skrining sedang tidak dioperasikan.

Petugas sedang mencacah sampah BBJP

Salah satu pekerja di BBJP Plant, Baihaki mengatakan, ada satu mesin screening yang mengalami kerusakan. Kerusakan itu sudah terjadi tiga bulan lamanya.

“Rusak mungkin karena jangka waktu, dari awal sudah lama belum ada diperbaiki,” ujarya.

Ia menyatakan, tidak beroperasinya satu mesin itu membuat pengolahan sampah menjadi tidak maksimal.

“Nggak (maksimal) sih, kan hasil jadi berkurang,” ucapnya.

Ia mengungkapkan dalam sehari BBJP yang ditargetkan untuk dihasilkan 10 ton. Namun karena tidak satu mesing tidak beroperasi, produk BBJP menjadi berkurang.

“Untuk mesin kompos dan dua mesin pencacah ini, satu hari itu kalau material kering, bisa 4 tonnya sehari. Targetnya bisa 8 ton (mesin screening) dan 2 ton (mesin pencacah halus), jadi 10 ton lah,” terangnya.

Bahaiki mengatakan, kerusakan itu sudah dilaporkan ke ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan kembali ke DLH terkait masalah tersebut.

“Laporan ke Pemkot sudah. Rencananya, akhir bulan ini kita buat laporan lagi, kan harus melalui dinas dahulu,” terangnya.

Sementara Kepala UPT TPSA Bagendung, Bagus Ardanto membenarkan terdapat sejumlah mesin di pabrik BBJP yang mengalami kerusakan.

“Ada 2 atau 3 yang rusak. Mesin pencacah ada yang rusak, kemudian mesin kompos juga ada yang rusak, hampir semua mesin kita bermasalah di fanbelt dan pisaunya,” ucap Bagus.

Bagus menyatakan, laporan itu telah diusulkan pihaknya ke DLH Cilegon sejak April lalu. Namun karena terdapat kebijakan efisiensi anggaran, mesin belum dapat diperbaiki.

“Kami sudah mendapat laporan itu. Tetapi memang ada efisensi anggaran. Kalau kewenangan kita, anggaran pemeliharaan ada. Tetapi ada efisiensi anggaran,” ucap Bagus.

Bagus membenarkan, dengan adanya mesin rusak membuat produksi BBJP tidak maksimal.

Saat ini, dengan Pemkot tengah menyusun APBD Perubahan 2025, perbaikan mesin diperkirakan dapat dilaksanakan pada Agustus nanti.

“Rencananya kita perbaiki di pertengahan agustus. Karena anggaran kita tahun kemarin tidak bisa pencairan. Ini baru selesai penyusunan ABT, sudah dibuka dan rencana Agustus diperbaiki,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen