20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPeristiwaPerumda Cilegon Mandiri Akui Pemasangan Pipa Air di Merak Crossing Rel Kereta...

Perumda Cilegon Mandiri Akui Pemasangan Pipa Air di Merak Crossing Rel Kereta Api Berisiko Tinggi: Pekerjaan Akan Diawasi Ketat

-

CILEGON, SSC – PT Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Cilegon Mandiri mengakui pemasangan pipa air di wilayah Kecamatan Grogol dan Pulomerak berisiko tinggi terutama dari wilayah Gerem hingga area Pelabuhan Merak. Pemasangan pipa air itu berisiko tinggi karena akan ada persilangan atau crossing dengan rel kereta api.

Direktur PT Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Ihwan Kurniawan mengatakan, pembangunan pipa air di wilayah Grogol dan Kecamatan Pulomerak merupakan program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Robinsar-Fajar Hadi Prabowo. Pembangunan pipa untuk mengatasi krisis air bersih itu akan dilakukan mulai Kelurahan Gerem hingga Kelurahan Suralaya dengan tiga tahapan.

“Untuk pembangunan pemasangan pipa jalur distribusi utama di Merak dibagi, tiga sekmen. Pertama dari Gerem, tepat  dari Ineos kita tarik sampai ASDP sepanjang 3,6 kilometer. Sekmen kedua, itu akan ditangani DPUPR dari ASDP sampai Lebak Gede dan sekmen ketiga dari Lebak Gede sampai Suralaya,” ujar Ihwan Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Senin (4/8/2025).

Ihwan mengungkapkan, untuk pemasangan pipa air pada sekmen pertama dibangun dengan angggaran Perumda Cilegon Mandiri dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3,5 miliar. Sementara untuk pemasangan pipa air pada tahap kedua dan ketiga dibangun oleh DPUPR.

Saat ini, untuk pekerjaan pemasangan pipa air tahap pertama sedang dalam proses lelang. Untuk tahap kedua oleh DPUPR, katanya, juga sedang dalam proses lelang Detail Engineering Design (DED).

“Ini sedang proses lelang. Untuk lelang tahap pertaa, kita meminta bantuan ULP. Kedua itu, DED-nya sedang dilelangkan oleh DPUPR. Stage kedua itu, mungkin tahun ini. Kemungkinan, setelah stage pertama selesai lelang kemudian dilanjut tahap kedua,” ucapnya.

Pada pekerjaan tahap pertama, diakui Ihwan, akan berdekatan dengan perlintasan rel kereta api. Kemudian pipa yang nanti akan dipasang juga bersilangan (crossing) dengan rel kereta api. Oleh karena itu, jauh sebelumnya, pihaknya telah berkoodinasi dengan PT KAI dan Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub untuk mendapat persetujuan perizinan.

“Jadi sebetulnya kami sudah mengurus ini ke PT KAI dan Ditjen Perkeretaapian. PT KAI itu, karena pemasangan pipa kita berada di area mereka. Itu (pasang) 12 meter dari as rel itu, diluar 12 meter itu, asset KAI. Ada pemasangan pipa kita yang sejajar dengan rel itu KAI, yang izinnya harus dari KAI. Itu sudah selesai dan sudah tanda tangan,” ucapnya.

“Nah yang crossing (pipa dengan rel kereta api) itu (izin) ke DJKA. Kita crossing ada tiga titik, sepanjang dari Gerem ke area ASDP. Yang tiga titik itu, izinnya sudah selesai, sudah ada suratnya. Dari KAI juga sudah selesai,” sambungnya.

Dijelaskan Ihwan, pemasangan pipa yang bersilangan dengan rel kereta api memang dibahas cukup panjang dengan DJKA. Karena pelaksanaan pekerjaan akan terkait dengan keselamatan penumpang ketika kereta api melintas. Tentu ada prosedur-prosedur yang menjadi perhatian saat pekerjaan pemasangan pipa air dilaksanakan.

“Crossing kemarin itu kita diskusi agak lama. Sebenarnya izin KAI itu, kita sudah selesai akhir tahun 2024. Yang lama itu dengan DJKA, itu karena crossing. Karena mereka concern dengan masalah keselamatan. Persyaratannya memang rumit, dalamnya berapa, metode corsing seperti apa. Jadi mengamankan saat kontrsuksi berjalan tetapi ada perlintasan kereta api,” tuturnya.

Oleh karena pemasangan pipa air akan berada di area dan bersilangan dengan lintasan kereta api, kata dia, pekerjaan akan disupervisi secara ketat oleh KAI dan DJKA. Nanti, jika sudah ada pemenang lelang terlebih dahulu juga akan diadakan rapat dengan KAI.

“Jadi kalau sudah ada pemenang lelang, nanti akan rapat dengan PT KAI. Membahas detail pemasangan, jadi kita pure akan disupervisi oleh KAI,” terangnya.

Ihwan menerangkan, dalam pemasangan tahap pertama tersebut sangat menjadi konsen Perumda Cilegon Mandiri. Begitupun juga dilakukan KAI dan DJKA, keduanya sangat hati-hati. Karena risiko pembangunan pemasangan pipa air itu di area lintasan kereta api, begitu tinggi.

“Jadi apa yang mereka lakukan itu dalam konteks berhati-hati. Dan kami paham, kalau risiko terlalu besar kalau kita tidak hati-hati. So far juga, setelah kami terima dokumen dari mereka, langsung didampingi kejaksaan,”ucapnya.

Karena pekerjaan tersebut tergolong pekerjaan yang berisiko tinggi, kata Ihwan, pihaknya meminta kepada jajaran untuk serius. Karena project pembangunan pipa air dari Gerem hingga Sulalaya, berisiko tinggi dan melibatkan banyak pihak.

“Saya bilang ke teman-teman, project ini tidak main-main, high stage, high income. Ini project pertama yang kita tangani yang cukup rumit, dan high risk sekali. Kemudian sisi pengurusan perizinan, juga banyak melibatkan pihak,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2