20.1 C
New York
Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Peristiwa Walikota Robinsar Minta Baznas Cilegon Baru Bangun 100 Rumah Tak Layak Huni...

Walikota Robinsar Minta Baznas Cilegon Baru Bangun 100 Rumah Tak Layak Huni Setiap Tahun

0
172

CILEGON, SSC – Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon baru diminta untuk membantu Pemkot Cilegon untuk membangun 100 rumah tidak layak huni (RTLH) setiap tahunya. Hal ini, karena kondisi keuangan daerah yang mengalami pemangkasan dari pemerintah pusat sehingga berdampak pada pembangunan RTLH.

“Pak Ketua Baznas (Fajri Ali) sanggup target dari Baznas bantu. 100 rumah per tahun? Sanggup pak ketua? Minimal bisalah bantu Pemkot Cilegon minimal 70-80 rumah disamakan dengan Dinas Perkim Cilegon setiap tahunya,” kata Walikota Cilegon, Robinsar, usai pengukuhan pengurus Baznas Kota Cilegon yang digelar di Aula Setda II Kota Cilegon,” Senin (10/11/2025).

Lebih lanjut, kata Robinsar, berdasarkan data yang Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Cilegon, ada 2100 rutilahu di Kota Cilegon yang perlu diselesaikan oleh Pemkot Cilegon.

“Saya minta 2100 rumah harus selesai di masa saya. Tapi kalau misalkan 2100 Pertahun harus 520 rumah per tahunya,” kata Robinsar.

Politisi muda Partai Golkar ini pun menyampaikan jika target penghimpunan zakat tahun ini sebesar Rp 17 miliar, namun capaian sementara baru sekitar Rp 7,7 miliar

Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Baznas jangan hanya bergantung pada ASN. Diperlukan langkah ekspansif agar Baznas bisa mandiri, menghimpun dana umat secara luas untuk dikembalikan kepada umat juga,” imbuhnya

Sementara itu, Ketua Baznas Cilegon Fajri Ali mengungkapkan, pihaknya diminta oleh Pemkot Cilegon untuk dapat meningkatkan kembali pendapatan.

“Pendapatan kita baru Rp 7 miliar, harapan dari Pemkot Cilegon itu Baznas Cilegon dapat meningkatkan lagi pendapatannya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, mayoritas pendapatan Baznas Cilegon saat ini bersumber dari 3 unsur, namun yang terbesar dari ASN Pemkot Cilegon.

“Mayoritas saat ini sumbernya dari ASN, tapi ada juga dari BUMD, dan masyarakat,” pungkasnya. (Ully/Red)