20.1 C
New York
Selasa, Mei 26, 2026
Beranda Peristiwa Banjir di Kota Cilegon Sebabkan 13 Sekolah Terdampak, Air Hujan Masuk Hingga...

Banjir di Kota Cilegon Sebabkan 13 Sekolah Terdampak, Air Hujan Masuk Hingga Ruang Kelas

0
419

CILEGON, SSC –  Banjir yang terjadi di Kota Cilegon pada Minggu (8/3/2026) berdampak pada banyak hal. Selain menyebabkan ribuan rumah kebanjiran, belasan sekolah di berbagai wilayah di Cilegon juga terdampak banjir.

Seperti yang terjadi di SDN Blacu, Kecamantan Purwakarta. Banjir menyebabkan sejumlah ruang kelas di sekolah itu terendam.

Kepala Bidang SD dan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Suhada mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Cilegon mengakibatkan sebanyak 13 sekolah dari tingkat TK hingga SMP terdampak.

“Yang pertama di SD Blacu di Purwakarta, SDN Gedong Dalem 3 di Jombang. Kemudian SMP 12 juga terdampak tetapi tidak masuk ke ruangan hanya sebatas dh halaman hanya cukup besar semalam. Sudah kami pantau alhamdulillah tidak ada aset yang rusak,” ujarnya saat ditemui media di SDN Blacu.

“Kemudian ada di SMP 6, ini terdampak. Kami sudah komunikasi dalam rangka pemeriksaan kembali dan kami sudah meminta bantuan dari kwarcab pramuka untuk membantu pembersihan,” sambungnya.

“Jadi ada 13 sekolah, salah satunya TK Asalam,  3 SMP dan selebihnya SD,” ungkap Suhada.

Suhada menyatakan, sekolah yang cukup parah terdampak banjir diantaranya SDN Blacu, SDN Masigit 1 dan SDN Gedong Dalem 3.

“Ada SMP 7 juga. Untuk SMP 7 hanya lewat dan kemudian yang paling parah selain Gedong Dalem 3, ada SDN Masigit 1. Kemudian SDN 11, SDN 5 Cilegon itu akibat hujan cukup tinggi kami turunkan tim,  kondisinya sudah seperti ini tinggal perapihan,” ujarnya.

“Kemudian ada juga SDN Bumi Waras di Pulomerak, ini lumayan cukup ini karena ada sungai kecil.  Kwarcab sudah melakukan bantuan pemebrsihan. Untuk SDN Kedalamen 2 yang cukup, seperti SDN Masigit 1,” sambung Suhada.

Suhara mengatakan, dampak banjir terhadap sekolah berbeda-beda. Ada sebagian yang mengalami dampak ringan dan sebagian lainnya dampak yang berat hingga masuk ke dalam ruang kelas.

“(Dampak) Berbeda-beda. Kalau disini-(SDN Blacu)-kan debit air yang cukup tinggi, aliran air yang masuk. Lewat saja, tapi akhirnya terdampak juga ke ruangan kelas,” paparnya.

Suhada mengaku, Dindikbud Cilegon akan menganilisa terlebih dahulu terkait banjir yang menyebabkan sekolah terdampak. Tentunya, Dindikbud akan melakukan pembenahan.

“Kita akan analisis dulu ya apakah dampak lingkungan, kami juga tetap akan koordinasi dengan pihak sekolah. Sumber-sumber banjirnya itu dari mana. Kami coba untuk benahi lah” terangnya.

Terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Esok, Senin (9/3/2026) terhadap sekolah yang terdampak, kata Suhada, bilamana masih ada sekolah belum dapat digunakan maka Dindikbud akan mengimbau kepada siswa untuk belajar dari rumah.

“Untuk KBM, kital ihat untuk sekolah yang memang,  mungkin terdmapak banjir dan malah ada genangan, kita akan himbau untuk pembelajaran dari rumah. Tetapi kalau hari ini, seperti ini, besok tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya. (Ronald/Red)