
CILEGON, SSC – Banjir yang terjadi di Kota Cilegon sejak Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026) mengakibatkan ribuan rumah di sejumlah kecamatan, terdampak banjir. Salah satu yang terdampak adalah Perumahan Metro Cilegon.
Salah satu warga Perumahan Metro Cilegon Kluster Vila, Agus Setiawan mengatakan, banjir air hujan meluap masuk ke perumahan sekitar pukul 02.00 WIB beberapa jam sebelum warga akan melakukan Sahur. Kata dia, air awalnya sempat surut namun tiba-tiba naik kembali hingga lebih tinggi.

“Air mulai naik itu sekitar jam 02.00 WIB pagi menjelang mau sahur. Tiba-tiba air mulai surut, air malah tambah tinggi,” ucapnya.
Ia mengatakan, rumahnya tidak begitu terdampak parah. Namun rumah warga di Kluster lain jauh lebih parah terendam banjir hingga dua meter.
“Kalau disini sampai sini, leher. Kalau di rumah saya, dibilang tidak begitu parah tidak masuk rumahnya itu.Kalau yang parah itu di Blok C1 nya, itu terendam parah sampai 2 meter,” ungkapnya.
Sampai saat ini, kata dia, banjir masih belum surut. Bantuan yang datang baru perahu karet untuk evakuasi warga. Sementara bantuan logistik masih belum ada untuk warga.
“Sampai sekarang belum surut, lambat surutnya. Untuk bantuan perahu saja, (makan) belum,” paparnya.

Warga Perumahan Metro Cilegon Kluster Florida, Udin juga mengatakan yang sama. Banjir saat ini tergolong banjir yang parah. Air yang masuk ke rumahnya mencapai 1,5 meter.
“Hujan itu terjadi saat Shalat Taraweh, kejadian (banjir) ini kalau tidak salah jam 24.00 WIH, sudah penuh air. Air itu larinya kesini semua,” ucap Udin sambil menceritakan air masuk dari depan pintu masuk kluster menuju rumahnya.
“Naiknya sampai 1,5 meter, itu aja tuh liat,” ujar Udin sambil menunjuk bekas air ditembok rumahnya.

Udin mengaku akibat banjir, perabotan rumah tidak dapat diselamatkan. Sejumlah kendaraan roda empat milik warga juga terendam banjir.
“Tidak ada (perabotan yang bisa diselamatkan). Mobil itu aja lima nggak bisa,” tuturnya.
Ia mengatakan, selain luapan air hujan mengalir dari depan jalan utama. Kali yang ada disamping Perumahan juga meluap.
“Itu di sana juga, kali, meluap,” bebernya.
Informasi sementara yang diperoleh BPBD Kota Cilegon, ada sebanyak tiga kecamatan terdampak banjir. Yakni Kecamatan Cibeber, Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Grogol. Untuk Kecamatan Cibeber yang terdampak Perumahan PCI. Untuk Kecamatan Purwakarta khususnya Kelurahan Kebondalem, yakni Perumahan Metro Cilegon dengan jumlah tukah terendam 834 rumah. Sementara Kecamatan Grogol yakni Lingkungan Tegal Wangi Kruwuk untuk rumah yang terdampak sebanyak 110 rumah, Lingkungan Waseh 50 rumah dan Lingkungan Masigit 50 rumah. (Ronald/Red)




